Daerah

2 Atlet Taekwondo PPU Berhasil Raih Medali Emas di Kutai Timur Open Championship 2023

Kontingen King Fighter Asal PPU Berhasil Sabet 11 Medali di Ajang Champions Kutim Cup 2023

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 22 Juni 2023 14:21
2 Atlet Taekwondo PPU Berhasil Raih Medali Emas di Kutai Timur Open Championship 2023
Aqsha Al Farizi (tengah) ketika menerima penghargaan medali emas di Kutai TImur Open Championship Tahun 2023. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Penajam - Klub Taekwondo King Fighter asal Penajam Paser Utara (PPU) berhasil memboyong 11 medali dalam ajang Kutai Timur Open Championship 2023 yang diikuti kabupaten/kota se-Kaltim beberapa waktu lalu.

“Kurang lebih 14 anak yang berangkat dan yang mendapatkan medali prestasi ada 11 anak, di antaranya dua emas, tiga perak, dan enam perunggu,” ujar Kepala Seksi Pelatih King Fighter PPU, Ridwan Prayitno kepada Kaltimtoday.co.

Dua anggota King Fighter peraih medali emas tersebut ialah siswa Sekolah Dasar (SD) yang memiliki semangat tinggi mengharumkan PPU. Mereka berdua adalah Aqsha Al Farizi (7) dan Muhammad Fariz (9).

Ridwan membeberkan, pihaknya menggiring anak-anak tersebut untuk mengikuti kompetisi sehingga mereka dapat menjadi atlet profesional di usia muda. Kutai Timur Open Championship 2023 menjadi pertandingan pertama King Fighter PPU. 

“Kami mau ngebentuk dulu, bisa menjadi atlet atau enggak. Kami baru bertanding, jadi enggak targetkan medali, cuma meminta harus berani dulu melawan musuhnya, kalau takut-takut kami harus genjotin lagi mentalnya anak-anak,” jelasnya. 

Ridwan melihat anak didiknya sangat siap dan tidak menunjukkan rasa ragu. Bahkan, orangtua para atlet muda tersebut juga sangat bersemangat dan mendukung. 

Aqsha Al Farizi (biru) ketika  bertanding melawan peserta dari kota lain. (Istimewa)

“Orangtuanya justru yang lebih excited dan dominan mendukung anak-anaknya untuk berangkat bertanding, karena dalam setahun ini pun kami juga sudah mencari kejuaraan terdekat, tetapi belum ada. Yang terdekat hanya di Kutim Open ini,” ucapnya. 

Sebelum berangkat mengikuti kompetisi ini, King Fighter PPU melatih anak-anak tersebut secara intensif dan telah melihat potensi kemenangan. Meski demikian, dia mengungkapkan bahwa yang mental anak didiknya menjadi sebuah tantangan. 

“Dua minggu sebelum bertanding sudah kami latih. ada Training Center (TC) sebelum berangkat. Selama proses pelatihan itu, anak-anak sudah kelihatan berpotensi, cuma  namanya di latihan sama di tempat bertanding berbeda, karena orang banyak yang nonton jadi mental kadang naik turun,” ujarnya. 

Ridwan juga membagikan cerita awal mula King Fighter PPU terbentuk pada 2022, yakni karena minimnya atlet taekwondo di PPU. 

“Memperbanyak atlet taekwondo di PPU karena sebelumnya banyak kejuaraan, tetapi PPU enggak pernah turun karena atletnya enggak banyak,” tuturnya.

Walau tergolong muda dengan umurnya yang baru menginjak satu tahun, King Fighter PPU sudah memiliki 60 anggota. King Fighter memiliki impian besar agar bisa mengharusmkan nama daerah. 

“Cita-cita kami menghasilkan atlet minimal bisa sampai masuk di pemusatan latihan daerah (Pelatda), jadi sudah bisa membawa nama Provinsi Kaltim agar bisa memberikan sumbangsih ke daerah juga nantinya,” paparnya. 

Selain memiliki pelatih yang kompeten seperti Ridwan yang pernah mendapatkan penghargaan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), King Fighter PPU memiliki metode khusus, yaitu mengedepankan etika.

“Ada namanya janji taekwondo. Pasti diajarkan sopan santun, menghormati senior, dan pelatih. Itu nanti bisa sampai di rumah juga ilmunya. Selain fokus pada kebugaran jasmani, nilai-nilai etika juga diajarkan,” terangnya. 

Siapa sangka dari tujuan mulia yang sederhana, King Fighter PPU berhasil mengharumkan kabupaten dengan maskot rusa sambar ini. 

“Kami sangat bangga karena sebelumnya enggak pernah nargetin medali. Menang atau kalah enggak masalah karena target kami cuma mau membentuk mentalnya anak-anak dulu untuk bertanding,” pungkasnya. 

Rasa bangga itu turut diutarakan oleh Ketua King Fighter PPU, Agus Hari. Rasa puas atas capaian anggotanya menjadi hal yang berarti baginya, pasalnya raihan tersebut menandakan keberhasilan jerih payahnya. 

“Kalau dari sisi ketua, prestasi itu sangat memuaskan karena ini pertandingan pertama dan klub ini juga baru setahun, tetapi itu menandakan kami mencari pengalaman sekaligus mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkapnya. 

Dirinya berharap putra putri daerah yang mendapat prestasi ini dapat didukung oleh pengurus cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia. Selain itu, dana stimulus juga diharapkan bisa diberikan oleh pemerintah daerah demi melahirkan atlet-atlet berprestasi lainnya. 

“Anggaran ke klub-klub itu mungkin diadakan, sebab saat ini klub taekwondo terkait perlengkapan dan gedung masih menyewa semua dengan kas dan iuran orangtua siswa. Kalau ada bantuan dari pemerintah seperti fasilitas atau penyediaan alat, mungkin lebih berkembang taekwondo nya PPU,” tandasnya. 

Ibu dari Aqsha Al Farizi, Misna mengaku, upayanya menemani anaknya pergi berlatih telah membuahkan hasil. Walaupun pertandingan anaknya bertepatan dengan jadwal ujian sekolah, namun telah terbayar dengan prestasi yang diraih. 

“Tidak sia-sia anak saya latihan sore dan malam hari, walaupun bertepatan dengan ulangan sekolah,” ucapnya. 

Rasa bangga tak henti-hentinya dirasakan sang ibu, pasalnya ini ajang pertama yang diikuti oleh putra kesayangannya tersebut. Medali emas yang didapatkan menjadi pemacu untuk terus mengikuti ajang kompetisi ke depannya. 

“Kami orangtua sangat senang dan bangga karena ini juga pengalaman pertama, serta semoga ini akan menjadi motivasi untuk ke depannya lebih baik,” tutupnya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya