Internasional

Venezuela Nomor 1, Inilah 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

Network — Kaltim Today 05 Januari 2026 11:25
Venezuela Nomor 1, Inilah 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia
Ilustrasi. (Pexels)

Kaltimtoday.co - Cadangan minyak bumi masih menjadi salah satu indikator paling menentukan dalam peta kekuatan energi dan politik global. Di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat, negara-negara dengan stok minyak besar memiliki pengaruh strategis terhadap pasokan, harga, hingga arah kebijakan internasional.

Menurut OPEC Annual Statistical Bulletin 2025, total cadangan minyak mentah terbukti dunia hingga akhir 2024 diperkirakan mencapai sekitar 1.566 miliar barel. Menariknya, sebagian besar cadangan tersebut hanya dikuasai oleh segelintir negara, sehingga membuat minyak bukan sekadar komoditas energi, tetapi juga alat tawar dalam hubungan internasional.

Isu ini kembali mengemuka setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer ke Venezuela pada 3 Januari 2026. Negara Amerika Latin itu dikenal sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Langkah Washington pun langsung menarik perhatian global karena menyentuh pusat kekayaan energi dunia.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya berencana mengambil kendali sementara atas Venezuela. Ia menegaskan keterlibatan Amerika Serikat dalam sektor energi negara tersebut, termasuk membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan minyak AS untuk mengelola dan mengembangkan ladang minyak Venezuela yang sangat besar.

Trump juga menyebut investasi bernilai miliaran dolar akan digelontorkan guna menghidupkan kembali industri migas Venezuela yang selama ini terpuruk akibat krisis ekonomi, sanksi, dan minimnya perawatan infrastruktur.

Namun, para analis energi menilai upaya itu tidak bisa berjalan cepat. Untuk memulihkan produksi minyak Venezuela ke level signifikan dibutuhkan biaya besar dan waktu panjang, bahkan bisa mencapai satu dekade.

Berikut ini sepuluh negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar berdasarkan data resmi OPEC hingga akhir 2024.

1. Venezuela

Venezuela berada di posisi pertama dunia dengan cadangan minyak terbukti sekitar 303,2 miliar barel atau hampir 17 persen dari total cadangan global. Sebagian besar minyaknya merupakan minyak berat yang berada di kawasan Orinoco Belt. Jenis minyak ini memerlukan teknologi khusus dan biaya produksi lebih tinggi dibanding minyak konvensional.

2. Arab Saudi

Arab Saudi menempati peringkat kedua dengan cadangan minyak sekitar 267,2 miliar barel. Negara ini menjadi pemain kunci dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak dunia dan memiliki pengaruh besar dalam kebijakan produksi OPEC.

3. Iran

Iran berada di urutan ketiga dengan cadangan minyak terbukti sekitar 208,6 miliar barel. Meski kerap dibatasi oleh sanksi internasional, besarnya cadangan membuat Iran tetap menjadi kekuatan penting dalam sektor energi global.

4. Irak

Irak memiliki cadangan minyak sekitar 145 miliar barel dan berada di posisi keempat dunia. Negara ini memiliki sejumlah ladang minyak raksasa yang berpotensi menghasilkan produksi besar jika stabilitas politik dan investasi terjaga.

5. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab menyimpan cadangan minyak terbukti sekitar 113 miliar barel. Sebagian besar produksi terpusat di Abu Dhabi. Cadangan ini menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus modal untuk mendorong diversifikasi ke sektor non-migas.

6. Kuwait

Kuwait menempati peringkat keenam dengan cadangan sekitar 101,5 miliar barel. Meski wilayahnya kecil, sektor minyak tetap menjadi sumber utama pendapatan negara ini.

7. Rusia

Rusia merupakan negara non-OPEC dengan cadangan minyak terbesar, sekitar 80 miliar barel. Stok besar ini memperkuat posisinya sebagai pemasok utama energi, terutama ke Eropa dan Asia.

8. Libya

Libya berada di peringkat kedelapan dengan cadangan sekitar 48,36 miliar barel, tertinggi di Afrika. Namun, konflik berkepanjangan membuat produksi minyaknya belum optimal.

9. Nigeria

Nigeria memiliki cadangan minyak sekitar 37,2 miliar barel. Produksi terpusat di wilayah Delta Niger, tetapi sektor migasnya masih menghadapi tantangan keamanan dan keterbatasan infrastruktur.

10. Kazakhstan

Kazakhstan melengkapi daftar sepuluh besar dunia dengan cadangan sekitar 30 miliar barel. Negara ini berperan penting sebagai penghubung jalur energi antara Asia dan Eropa.

Mengapa Minyak Venezuela Menjadi Rebutan Dunia

Venezuela menjadi sorotan internasional karena memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tetapi justru mencatatkan tingkat produksi yang sangat rendah. Krisis ekonomi, salah kelola industri migas, serta sanksi internasional membuat potensi energi negara ini tidak tergarap maksimal.

Pada era 1970-an, produksi minyak Venezuela pernah mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari. Namun dalam satu dekade terakhir, angka tersebut anjlok drastis.

Meski berupa minyak berat, cadangan Venezuela relatif tidak terlalu kompleks secara teknis untuk diolah, asalkan didukung teknologi dan investasi memadai. Inilah yang membuat negara dan perusahaan besar tertarik untuk masuk.

Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengelola Venezuela hingga tercapai transisi yang dianggap stabil dan aman. Perusahaan-perusahaan energi besar AS disebut akan dilibatkan untuk memperbaiki dan membangun kembali infrastruktur minyak yang rusak.

Meski demikian, banyak pengamat mengingatkan bahwa pengalaman di Irak dan Libya menunjukkan intervensi politik dan militer tidak selalu berujung pada peningkatan produksi minyak dalam waktu singkat. Ketidakstabilan justru bisa memperpanjang krisis energi.

[RWT] 



Berita Lainnya