Nasional

Gaji Bisa Tembus Rp 12 Juta, Ini 10 Kementerian Sepi Peminat di CPNS 2026

Network — Kaltim Today 05 Januari 2026 10:56
Gaji Bisa Tembus Rp 12 Juta, Ini 10 Kementerian Sepi Peminat di CPNS 2026
Ilustrasi. (Dok. BKN)

Kaltimtoday.co - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu menjadi magnet bagi lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi. Selain menawarkan stabilitas pekerjaan, profesi aparatur sipil negara juga menjanjikan jenjang karier yang jelas dan penghasilan tetap.

Namun, di balik ketatnya persaingan, ada strategi cerdas yang bisa meningkatkan peluang lolos, yakni memilih kementerian atau lembaga yang peminatnya relatif sedikit tetapi tetap memberikan gaji tinggi.

Mengacu pada hasil pendaftaran CPNS 2024, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat sejumlah instansi yang sepi pelamar, meski kompensasi yang ditawarkan cukup menarik. Bahkan, pada beberapa posisi, total penghasilan bulanan bisa mencapai lebih dari Rp 12 juta.

Jadwal CPNS 2026 Masih Menunggu Kepastian

Hingga kini, Kementerian PANRB dan BKN belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026. Pemerintah masih fokus menyelesaikan proses pengangkatan peserta seleksi ASN tahun sebelumnya.

Selain itu, setiap kementerian dan lembaga juga diminta melakukan pemetaan kebutuhan pegawai untuk lima tahun mendatang. Analisis tersebut mencakup potensi penambahan jabatan, pengurangan formasi, hingga penyesuaian struktur organisasi.

Menteri PANRB Rini Widyantini menyebutkan bahwa langkah ini penting untuk memastikan kebijakan rekrutmen ASN sejalan dengan arah pembangunan nasional.

10 Kementerian dan Lembaga Sepi Peminat dengan Gaji Menarik

Berikut ini daftar instansi yang relatif minim pelamar pada CPNS 2024, namun tetap menawarkan penghasilan kompetitif.

1. Sekretariat Jenderal Komnas HAM

Pada seleksi sebelumnya, Setjen Komnas HAM hanya mencatat sekitar 292 pelamar untuk 38 formasi. Untuk lulusan S-1, total penghasilan bulanan bisa mencapai Rp 12,5 juta, tergantung jabatan dan tunjangan.

2. Sekretariat Jenderal MPR

Setjen MPR membuka 25 formasi dengan 306 pendaftar. Beberapa posisi di bidang teknologi informasi dan tata kelola sistem menawarkan gaji mulai Rp 2,7 juta hingga lebih dari Rp 5 juta per bulan.

3. Kementerian PANRB

Instansi ini mencatat sekitar 311 pelamar untuk 61 formasi. Meski peminatnya terbatas, gaji ASN lulusan S-1 di Kementerian PANRB bisa berkisar antara Rp 9,6 juta hingga Rp 12,2 juta per bulan.

4. Kemenko PMK

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan membuka 65 formasi dengan 314 pendaftar. Gaji pada posisi fasilitator pemerintahan berada di kisaran Rp 3 juta sampai Rp 6 juta per bulan.

5. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

BRIN menyediakan 500 formasi, namun pelamarnya hanya 397 orang. Untuk jabatan peneliti ahli muda, total penghasilan bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 11 juta per bulan.

6. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)

BPIP membuka 53 formasi dengan 570 pelamar. Beberapa jabatan, seperti auditor dan penata kelola hukum, memiliki gaji antara Rp 7 juta hingga hampir Rp 10 juta per bulan.

7. Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional

Setjen Wantannas mencatat 731 pelamar untuk 86 formasi. Kisaran gaji di instansi ini berada pada rentang Rp 6,7 juta hingga Rp 8 juta per bulan.

8. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Dengan 194 formasi dan 773 pendaftar, BNPT termasuk instansi yang masih cukup longgar persaingannya. Gaji yang ditawarkan berkisar antara Rp 5,5 juta sampai Rp 8 juta per bulan.

9. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial

Setjen Komisi Yudisial membuka 145 formasi dengan 848 pelamar. Jika diterima, ASN di instansi ini bisa memperoleh penghasilan mulai Rp 5 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

10. Kemenko Polhukam

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mencatat 946 pelamar untuk 86 formasi. Meski jumlah peminatnya relatif lebih banyak, gaji yang ditawarkan tetap kompetitif dan bisa menembus Rp 9 juta per bulan.

[RWT] 



Berita Lainnya