BontangHeadline

7 Warga Jadi OTG, Gugus Tugas Covid-19 Bontang Telusuri Kontak Erat Pasien

Kaltimtoday.co, Bontang – Tim Gugus Tugas Covid-19 Bontang menelusuri riwayat kontak erat kasus BTG-13. Hal itu dilakukan karena tim mendapatkan tambahan 7 orang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) yang diduga kontak erat dengan kasus BTG-13.

Adapun ketujuh OTG kini jalani isolasi mandiri. Sebelumnya juga sudah ada kerabatnya 5 orang berstatus OTG menjalani isolasi di rumah sakit swasta.

“Hari ini kami dapatkan lagi 7 OTG dari kasus BTG-13. Jadi total ada 12 orang,” kata dr Bahauddin, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, lewat siaran persnya, Jumat, 5 Juni 2020.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pusat Bumbu Samarinda (@pasarbumbu.smr) pada

Lanjut Bahauddin, selain 7 OTG yang kontak erat dengan kasus BTG-13, adapula penambahan dua orang berstatus OTG. 1 OTG pelaku perjalanan dari Banjarmasin, rapid tes reaktif, saat ini isolasi mandiri. Serta, 1 OTG hasil screening massal, rapid tes reaktif, saat ini isolasi mandiri.

Baca juga:  14 Alat Cuci Darah Tersedia di RSUD Taman Husada Bontang

Sementara untuk orang dalam staus monitoring terjadi penambahan 54 orang. Total jumlah orang berstatus monitoring menjadi 1.407, tersebar di seluruh wilayah Bontang.

“Jumlah Pasien Dalam Pengawasan tidak ada penambahan, 6 orang masih dalam pengawasan,” kata Baha.

Kata Baha, saat ini Tim Gugus Covid-19 Kota Bontang menggelar rapid tes massa di pusat-pusat keramaian. Rapid tes massa merupakan screening awal. Tujuannya mengetahui persebaran kasus Covid-19 di masyarakat lebih cepat.

Rapid tes adalah alat bantu, bukan penentu diagnosa Covid-19. Diagnosa Covid-19 ditegakkan berdasarkan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Baca juga:  3 Pasien Covid-19 di RSUD Taman Husada Bontang Sembuh

“Rapid tes massal dalam rangka screening, tidak dipungut biaya, gratis,” tambahnya.

Dia pun mengajak warga Bontang dapat dapat terlibat langsung dalam pengawasan terhadap kepatuhan penerapan protokol kesehatan di tempat umum atau keramaian. Masyarakat membantu mengawasi keramaian di wilayahnya. Terutama, di pertokoan, rumah makan, atau kafe, agar tidak menjadi sumber penularan baru Covid-19.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker