INFOGRAFIS

Alokasi Bantuan Keuangan di Kabupaten dan Kota Se-Kaltim 2023

Kaltim Today
17 April 2023 21:14
Alokasi Bantuan Keuangan di Kabupaten dan Kota Se-Kaltim 2023

Kaltimtoday.co - Sejumlah kepala daerah mengeluhkan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim yang dinilai kecil.

Wali Kota Bontang Basri Rase bahkan menyampaikan langsung keluhannya terkait nominal Bankeu itu ke Gubernur Kaltim Isran Noor saat Musrembang Kaltim, Senin (17/4/2023).

“Tiap rahun dapatnya (Bontang) selalu kecil,” protes Basri Rase.

Keluhan itu disampaikan Basri Rase karena dia menilai ada banyak kebutuhan perbaikan infrastruktur di Bontang. Seperti jembatan, air bersih dan sanitasi, hingga peningkatan kualitas jalan yang mesti mendapat dukungan keuangan dari Pemprov Kaltim.

Untuk Bankeu 2023 dari Pemprov Kaltim, Bontang memang mendapat nominal cukup kecil. Setidaknya jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain seperti Samarinda, Paser, dan Berau.

Tahun ini, Bontang mendapat Bankeu sebesar Rp 58,8 miliar. Sementara Samarinda mendapat Rp 354,45 miliar, Paser Rp 243,92 miliar, dan Berau Rp 224,51 miliar.

Meski begitu, tahun ini Bontang bukanlah penerima Bankeu paling kecil dari Pemprov Kaltim. Paling buncit justru Kutim yang hanya mendapat alokasi Bankeu sebesar Rp 32,87 miliar. Di atasnya ada Kubar yang mendapat kucuran Rp 38,08 miliar. (Selengkapnya lihat infografik)

Menanggapi keluhan dari kabupaten/kota terkait kucuran Bankeu, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, akan membuat kriteria agar pemberian sesuai kebutuhan. Misal, berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Daerah dengan IPM rendah, seperti Kubar dan Mahulu akan mendapat intervensi lebih melalui Bankeu untuk meningkatkan IPM-nya.

Selain itu, Sri Wahyuni juga menyampaikan Bankeu yang diberikan Pemprov Kaltim berdasarkan arah pembangunan.

Baca Juga: Isran, I Love You

Bankeu yang diberikan ke daerah sebenarnya sudah dengan kriteria tapi memang belum seketat itu. Sekarang akan kami rapikan lagi," sambungnya.

Ditegaskan dia, Bankeu bukan uang yang diserahkan begitu saja. Namun memang program yang memberikan dampak untuk pembangunan di Kaltim agar lebih merata.