Advertorial

Alwi Sayangkan Pembangunan Gedung Baru DPRD Balikpapan Belum Dilanjutkan 

Arif — Kaltim Today 11 Juni 2024 09:37
Alwi Sayangkan Pembangunan Gedung Baru DPRD Balikpapan Belum Dilanjutkan 
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri.

Kaltimtoday.co, Balikpapan - Setelah mendapatkan pemenang lelang sebulan yang lalu, hingga saat ini pekerjaan pembangunan tahap kedua gedung baru DPRD Balikpapan tampak tak ada pergerakan.

Hal tersebut mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri. la menyayangkan, kelanjutan proyek pembangunan gedung wakil rakyat Balikpapan yang sudah dianggarkan sekisar Rp 45 miliar di tahun ini, belum ada tanda-tanda dilanjutkan.

"Sebenarnya pemenangnya (lelang, red) sudah ditentukan dari sebulan yang lalu, kok ini nggak ada pergerakan sama sekali," ujar Alwi, Selasa (11/6/2024).

Hal ini disampaikannya, agar pembangunan gedung baru tersebut dapat selesai tepat waktu sampai berakhirnya masa jabatan legislatif.

"Mengingat waktu terus berjalan, karena 30 Desember harus selesai," ungkapnya.

Menurutnya, pekerjaan lanjutan pembangunan itu sudah bisa dikerjakan dari Mei kemarin. Sehingga di sisa waktu yang ada, pekerjaan tinggal melakukan finishing saja. Apalagi informasi yang diterimanya bahwa sudah ada kontrak dari pekerjaan lanjutan tersebut.

"Bukan bulan ini baru dikerjakan, dan ini belum ada tanda-tanda. Saya baru telepon dari pihak kontraktor atau pemenangnya, katanya minggu depan, ya semoga saja. Dari pihak Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan, katanya sudah berkontrak," bebernya.

Kendati demikian, politisi Golkar ini pun menegaskan supaya gedung Parlemen itu terhindar dari kemoloran pekerjaan. Seperti, proyek-proyek pemerintah lainnya yang dan berujung meminta perpanjangan waktu.

"Saya tekankan sekali lagi, jangan sampai di akhir tahun. Jangan sampai ke depannya molor karena alibi kekurangan perlengkapan lagi. Apalagi seperti Ready Mix dan segala macamnya itu lagi ramai- ramainya digunakan untuk pembangunan. Nanti alasannya itu-itu lagi," tegas Alwi.

Selain itu, Alwi mengkhawatirkan jika terjadi kemoloran pekerjaan, akibatnya proyek pembangunan terkesan dilaksanakan secara buru-buru. Sehingga dampaknya bisa menjadi penuntasan asal-asalan.

"Jika pekerjaan dilakukan secara terburu-buru akan berdampak dengan hasil yang asal-asalan. Ya namanya juga mengejar waktu. Apalagi kalau sampai dikerjakan lembur, itu saya kurang sepakat. Karena hasil kerja tenaga siang dan malam itu berbeda," pungkasnya.

[RWT | ADV DPRD BALIKPAPAN]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp


Related Posts


Berita Lainnya