Internasional

Pemerhati Satwa di Kenya Berduka atas Kematian Gajah ‘Super Tusker’ Craig yang Berusia 54 Tahun

Kaltim Today
03 Januari 2026 21:33
Pemerhati Satwa di Kenya Berduka atas Kematian Gajah ‘Super Tusker’ Craig yang Berusia 54 Tahun
"Foto tak bertanggal ini memperlihatkan Craig, gajah ikonik dengan gading raksasa (super tusker). Gajah ini mati karena penyebab alami pada Sabtu, 3 Januari 2026, di Taman Nasional Amboseli, Kenya. (Foto: Kenya Wildlife Service via AP)

NAIROBI, Kenya - Warga Kenya berduka atas kematian seekor gajah jantan legendaris yang dikenal sebagai “super tusker” bernama Craig. Kehidupannya yang panjang di alam liar menjadi simbol keberhasilan negara itu dalam melindungi satwa dari ancaman pemburu gading.

Craig, gajah jantan yang mati pada Sabtu lalu, hidup di Taman Nasional Amboseli, kawasan lindung di selatan Kenya yang menjadi salah satu tujuan wisata safari favorit, demikian disampaikan Kenya Wildlife Service (KWS) dalam pernyataannya.

“Craig, gajah super tusker legendaris yang dikenal karena gadingnya yang besar menjuntai hingga menyentuh tanah serta sifatnya yang tenang dan berwibawa, telah berpulang pada usia 54 tahun,” ujar KWS.

Lembaga konservasi Amboseli Trust for Elephants menyatakan Craig meninggal karena sebab alami. Mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berperan menjaga gajah itu agar dapat menjalani hidupnya secara alami di habitatnya.

Stasiun televisi lokal NTV menyiarkan liputan khusus tentang kematian Craig dan menyebutnya sebagai salah satu dari sedikit gajah yang masih tersisa di Afrika dengan status “super tusker.”

Istilah super tusker digunakan untuk menyebut gajah jantan dengan gading yang masing-masing memiliki berat lebih dari 45 kilogram. Menurut lembaga konservasi Tsavo Trust, gading sebesar itu biasanya sangat panjang hingga menyapu tanah saat gajah berjalan. Untuk gajah betina yang memiliki gading panjang serupa, sebutannya adalah iconic cow.

Di Taman Nasional Amboseli, yang terletak di dekat perbatasan Tanzania dan memiliki lanskap dari hutan sabana hingga padang rumput terbuka, Craig menjadi daya tarik utama wisatawan dan simbol penting bagi pemerhati satwa yang berjuang melindungi gajah dari pemburu dan ancaman lainnya.

Menurut KWS, Craig dikenal memiliki sifat tenang dan sering berhenti sejenak agar para wisatawan bisa mengambil foto atau merekam video dirinya.

Pada 2021, Craig diadopsi oleh perusahaan pembuat bir East African Breweries melalui merek populernya, Tusker. Inisiatif itu mencerminkan ketenaran Craig sekaligus menunjukkan kolaborasi antara kelompok konservasi dengan sektor swasta di Kenya.

Taman nasional dan cagar alam Kenya menampung beragam spesies satwa liar dan menarik jutaan wisatawan setiap tahun, menjadikan negara tersebut salah satu tujuan utama wisata alam di Afrika.

Populasi gajah di Kenya juga menunjukkan peningkatan—dari 36.280 ekor pada 2021 menjadi 42.072 ekor pada 2025, berdasarkan data resmi terbaru.

Di Cagar Alam Nasional Mwea, kawasan lindung di timur Nairobi, populasi gajah meningkat pesat hingga melampaui daya dukung lingkungan. Akibatnya, sekitar 100 ekor gajah harus dipindahkan ke habitat lain pada 2024.

Gajah sabana Afrika merupakan mamalia darat terbesar di dunia; gajah jantan dewasa bisa mencapai bobot sekitar enam ton. KWS menambahkan, Craig telah “meninggalkan sejumlah keturunan, memastikan garis keturunan kuat dan sifat lembutnya tetap hidup di generasi berikutnya.”

[TOS | AP]



Berita Lainnya