Kutim

Apresiasi Pembangunan Pemerintah, Fitriyani Sebut Jembatan Sangatta Lama Bakal Tingkatkan Ekonomi Warga

Kaltimtoday.co, Sangatta – Selama berpuluh tahun wilayah Sangatta Utara dengan Sangatta Selatan terpisahkan oleh Sungai Masabang di Kutai Timur (Kutim), Kaltim. Jembatan Kampung Kajang sempat dijadikan solusi, namun belum mampu menjawab sepenuhnya persoalan warga di sekitar Dusun Masabang.

Senin (12/4/21), kemarin menjadi hari bersejarah bagi warga Sangatta. Peresmian Jembatan Sangatta Lama oleh Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menjadi penanda perkembangan ekonomi yang diharap lebih tinggi.

Baca juga:  Akhirnya, Pelabuhan Kenyamukan Jadi Aset Kutim

Mengingat di kawasan tersebut terdapat Pasar Sangatta Lama, yang selama ini menjadi sumber penghidupan banyak pedagang. Sekaligus sumber perputaran ekonomi warga.

Anggota DPRD Kutim, Fitriyani mengatakan, keberadaan jembatan ini akan menjadi akselerasi ekonomi. Bahwa, selama ini akses warga menggunakan kapal ponton untuk menyeberang, maka akan berbeda bila ada jembatan yang menghubungkan akses darat.

“Jembatan Sangatta Lama ini sudah lama dinantikan warga. Sebagai wakil rakyat dan juga saya warga sini cukup lama memimpikan jembatan ini, jelas kami sangat mengapresiasi kerja pemerintah,” jelas Fitriyani.

Dia menilai, jika akses jembatan sudah terbuka bukan tidak mungkin banyak bangunan yang akan berdiri dan perekonomian warga juga akan meningkat, karena jembatan akan di gunakan oleh seluruh masyarakat.

Dia dan seluruh warga sudah sangat lama menanti jembatan tersebut selesai di bangun. Jembatan bisa menjadi Icon dan daya tarik warga Sangatta Selatan-Sangatta Utara.

“Kami sudah sangat mendamba-dambakan jembatan ini, Alhamdulillah hari ini bisa dinikmati, meski harus melewati berbagai dinamika, perjuangan pak Ismu-KB juga bisa terealisasi dan bisa dinikmati masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:  Bejat, Ayah Perkosa Anak Tirinya hingga Hamil Dua Kali

Menurut Politisi PPP ini, Jika di Seberang (sebutan Sangatta Selatan) mengadakan semacam hajatan atau pesta pernikahan, maka masyarakat yang ada di seberang Sangatta Utara harus memakai perahu untuk bolak-balik menghadiri acara tersebut.

Terutama sekali, kata Fitriyani, untuk para pekerja baik guru-guru maupun karyawan perusahaan terpaksa harus menitipkan motor disekitar penyebrangan, kemudian nyeberang pakai Ponton.

Baca juga:  Kasus Terus Bertambah, Pengadaan Vaksin Covid-19 Tunggu Arahan Pusat

Anggota Komisi D ini menegaskan, sejauh ini ekonomi masyarakat di tunjang oleh pasar tradisional setempat. Dan jika akses sudah terbuka maka roda perekonomian akan semakin cepat.

“Masyarakat sangat antusias, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah,” pungkasnya.

[El | NON | ADV DPRD KUTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close