Nusantara

Bantah Isu Mangkrak, OIKN: Kalau Masih Berdebu, Berarti Pembangunan Masih Jalan

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 28 Agustus 2026 14:11
Bantah Isu Mangkrak, OIKN: Kalau Masih Berdebu, Berarti Pembangunan Masih Jalan
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membantah anggapan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mangkrak. OIKN menyebut pembangunan, khususnya di kawasan legislatif dan yudikatif, masih terus berjalan dan progresnya kini telah mendekati 20 persen.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, mengatakan progres pembangunan infrastruktur tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya. Saat itu, progres pembangunan masih berada di kisaran 19 persen.

“Kalau untuk pembangunan infrastruktur, kemungkinan saat ini sudah sekitar 20 persen. Minggu lalu sekitar 19 persen untuk kawasan legislatif dan yudikatif,” kata Alimuddin.

Alimuddin menegaskan, informasi yang menyebut pembangunan IKN mangkrak tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang dinilainya tidak benar dan melihat langsung perkembangan pembangunan di IKN.

“Jangan diperdulikan berita-berita hoaks mangkrak, itu tidak benar. Sepanjang di IKN masih berdebu berarti itu pembangunan masih berjalan,” tegasnya.

Beberapa waktu terakhir memang kondisi cuaca menjadi tantangan. Pihaknya telah melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menaburkan natrium klorida di udara. 

"Alhamdulillah hujan mulai turun, baik di Samarinda, Balikpapan, maupun kawasan IKN dan sekitarnya. Mudah-mudahan kondisi ini segera membaik sehingga pembangunan dapat berjalan lebih optimal," ucapnya.

Ia menambahkan, pembangunan IKN tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. OIKN juga mendorong pembangunan sumber daya manusia, termasuk membentuk karakter generasi muda serta membangun kesadaran terhadap lingkungan sejalan dengan konsep IKN sebagai kota hijau.

Yang terbaru, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Ibu Kota Nusantara, di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan 82 peserta didik angkatan pertama.

MPLS peserta didik SNT angkatan pertama berlangsung lima hari (10-14 Agustus 2026), juga memperkenalkan sejumlah kompetensi yang menjadi bagian dari karakter pendidikan di SNT.

"Kami ingin mengenalkan konsep IKN kepada anak-anak sejak usia dini. Misalnya terkait lingkungan. Di tengah kondisi hutan yang mudah terbakar, IKN sejak awal dirancang sebagai kota hijau (green city). Anak-anak kami ajarkan cara bercocok tanam, menanam pohon, mengelola sampah, dan mencintai lingkungan," tutupnya.

[RWT]



Berita Lainnya