Daerah
BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$435,4 Miliar, Rasio terhadap PDB Tetap Terjaga
Kaltimtoday.co, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai US$453,4 miliar atau tumbuh 4,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski mengalami kenaikan, BI memastikan kondisi utang luar negeri Indonesia tetap terjaga dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 30,6 persen.
Peningkatan ULN pada periode April–Juni 2026 terutama didorong oleh naiknya utang sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral. Di sisi lain, utang luar negeri swasta masih mengalami kontraksi, meski penurunannya lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
Posisi ULN pemerintah tercatat sebesar US$216,3 miliar atau tumbuh 2,9 persen (yoy). Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh aliran masuk investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah juga menegaskan komitmennya menjaga kredibilitas fiskal dengan memenuhi kewajiban pembayaran utang secara tepat waktu serta mengelola pembiayaan secara pruden, terukur, dan berkelanjutan.
Pemanfaatan utang pemerintah masih difokuskan untuk mendukung sektor-sektor produktif, di antaranya kesehatan, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi, hingga transportasi dan pergudangan. Selain itu, hampir seluruh utang pemerintah merupakan utang jangka panjang sehingga dinilai relatif aman terhadap risiko pembiayaan.
Sementara itu, peningkatan ULN Bank Indonesia didorong oleh bertambahnya kepemilikan investor nonresiden pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi swasta, posisi ULN tercatat sebesar US$194,6 miliar atau masih mengalami kontraksi 0,6 persen (yoy). Meski demikian, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan kontraksi 1,3 persen pada triwulan I 2026. Kontraksi terutama terjadi pada utang lembaga keuangan, sementara sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar utang luar negeri swasta.
Bank Indonesia menegaskan struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap PDB yang berada di level 30,6 persen serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 82,1 persen dari total utang luar negeri.
Kendati begitu, Bank Indonesia bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri. Pengelolaan utang akan tetap diarahkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.
[RWT]
Related Posts
- Kaltim Siapkan Skenario Lepas dari Ketergantungan Batu Bara, Hilirisasi Jadi Andalan
- Jaga Regenerasi, Hockey Kaltim Turunkan Mayoritas Atlet Junior pada Kejurnas
- Karhutla Kaltim Tembus 329 Kejadian, Agustus Jadi Bulan Paling Rawan
- Antisipasi ISPA dan Heat Stroke, Pawai HUT RI di Kukar Resmi Dibatalkan
- BPBD Kaltim Catat 329 Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan, Terbanyak di Paser, Kubar, dan Samarinda









