Kaltim

BPBD Kaltim Catat 329 Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan, Terbanyak di Paser, Kubar, dan Samarinda

Kaltim Today
18 Agustus 2026 18:30
BPBD Kaltim Catat 329 Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan, Terbanyak di Paser, Kubar, dan Samarinda
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah kawasan di Kalimantan Timur.

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang Agustus 2026. Dalam dua pekan pertama bulan ini saja, tercatat 134 kejadian kebakaran, sehingga total peristiwa karhutla di Kaltim mencapai 329 titik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan lonjakan kejadian pada Agustus cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Dari akumulasi 329 kasus, lebih dari sepertiganya terjadi hanya dalam waktu kurang dari setengah bulan.

"Jumlah kejadian kebakaran mencapai 258 titik dengan luasan 560 hektare. Tetapi sampai tanggal 14 siang itu sudah mencapai 134 titik, jadi setengah dari jumlah tersebut terjadi di bulan Agustus ini. Totalnya sekarang sudah 329, hampir setiap hari ada lebih dari 5 titik kebakaran," papar Buyung.

Sebaran karhutla terjadi di sejumlah wilayah Kaltim. Beberapa daerah yang mencatat kejadian cukup signifikan di antaranya Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dan Kota Samarinda.

Peningkatan intensitas kebakaran menuntut kesiapsiagaan penuh dari tim gabungan di lapangan. Penanganan karhutla melibatkan BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), TNI, Polri, hingga para relawan.

Buyung menjelaskan bahwa kondisi geografis kerap menjadi tantangan terbesar saat proses pemadaman. Petugas di beberapa titik terpaksa berjalan kaki menuju lokasi kebakaran lantaran ketiadaan akses kendaraan.

Di Kutai Barat, misalnya, jarak dari batas kendaraan terdekat hingga ke titik api bisa mencapai sekitar satu kilometer. Ketiadaan rute transportasi darat dinilai sangat menghambat mobilitas petugas pemadam.

"Kami menangani semaksimal mungkin, karena di beberapa lokasi seperti di Kubar, titik terdekat menuju lokasi api yang bisa dijangkau jaraknya memakan 1 kilometer. Jadi, keterbatasan akses memang menjadi kendala utama," jelas Buyung.

BPBD Kaltim memastikan pasokan dukungan dan perbantuan penanganan tetap disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan, termasuk kawasan Samarinda hingga sepanjang koridor jalur tol Balikpapan-Samarinda.

Pihak penanggulangan bencana turut mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun di tengah kondisi rawan.

"Kami imbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah sembarangan karena api dapat dengan cepat merambat dan memicu karhutla," tutup Buyung.

[TOS]



Berita Lainnya