Daerah
Kaltim Siapkan Skenario Lepas dari Ketergantungan Batu Bara, Hilirisasi Jadi Andalan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemprov Kaltim mulai menyusun peta jalan transformasi ekonomi sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor batu bara. Melalui kerja sama dengan GIZ IKIJET yang difasilitasi Bappeda Kaltim, pemerintah menyiapkan skenario pembangunan ekonomi hingga 2045, dengan target jangka pendek yang diselaraskan dengan RPJMD Kalimantan Timur hingga 2029.
Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, penyusunan dokumen transformasi ekonomi kini telah memasuki putaran ketiga Multi Stakeholder Group. Pada tahap ini, pemerintah menghimpun masukan sekaligus komitmen dari berbagai pihak, mulai dari perusahaan, masyarakat sipil, hingga sektor perbankan untuk mendukung pelaksanaan transformasi ekonomi di Kalimantan Timur.
“Semua pihak menyatakan siap mendukung rencana transformasi ekonomi Kalimantan Timur dan tentu siap berkolaborasi. Itu yang kami perlukan, yaitu komitmen dan kolaborasi di dalam pelaksanaan transformasi ekonomi di Kalimantan Timur,” ujar Sri Wahyuni pada Rabu (19/08/2026).
Ia menjelaskan, arah transformasi ekonomi akan difokuskan pada pengembangan sektor-sektor bernilai tambah, seperti hilirisasi perkebunan, perikanan, pariwisata, investasi, hingga penyiapan strategi menghadapi era pascatambang. Menurutnya, aspek keberlanjutan, termasuk pemanfaatan kawasan bekas tambang dan masa depan para pekerja tambang, akan menjadi bagian penting dalam dokumen tersebut.
“Di dalam pemetaan, arahnya memang ke sana. Kita mendorong sektor hilirisasi mulai dari perkebunan, perikanan, pariwisata, investasi, hingga bagaimana kawasan pascatambang dan para pekerja tambang nantinya menjadi bagian dari rencana transformasi ekonomi," pungkasnya.
Sri menambahkan, ketika memasuki masa pascatambang, pihaknya juga harus memikirkan kawasan bekas tambang bisa menjadi transformasi ekonomi yang produktif kedepannya, termasuk bagaimana nasib para pekerja tambang dan seterusnya.
"Isu-isu tersebut akan menjadi bagian dari rencana transformasi ekonomi Kalimantan Timur.
Kendati begitu, transformasi tidak hanya ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi tetap mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin transformasi ekonomi ini menjadi sebuah proses yang terencana dan berkelanjutan. Jadi, ketika sektor pertambangan mulai berkurang, kita sudah memiliki sektor-sektor lain yang siap tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Antisipasi ISPA dan Heat Stroke, Pawai HUT RI di Kukar Resmi Dibatalkan
- BPBD Kaltim Catat 329 Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan, Terbanyak di Paser, Kubar, dan Samarinda
- Tangani Karhutla di Teluk Bayur, Pemkab Berau Kerahkan Personel hingga Rangkul Perusahaan
- DPRD Kaltim Bentuk Pansus Mineral Bukan Logam dan Batuan, Evaluasi Perizinan Lambat hingga Potensi PAD
- Jaga Ruang Fiskal, Pemprov Kaltim Pangkas Belanja Seremonial dan Perjalanan Dinas









