Samarinda

Belum Lengkap, Andi Harun Tunda Operasional Pasar Rakyat di Harapan Baru

Kaltimtoday.co, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun meninjau Pasar Rakyat Harapan Baru, Loa Janan Ilir. Pasar tersebut belum bisa dibuka secara resmi karena ada sejumlah masalah yang ditemukan oleh Andi Harun.

Salah satunya adalah utilitas air yang ternyata belum masuk ke pasar tersebut. Ditambah lagi dengan saluran drainase air yang dinilai belum memadai. 

Baca juga:  Berobat Jantung, Saimin Tak Temui Kendala Selama Gunakan JKN-KIS

“Ternyata air belum ada, kami butuh aliran air dari PDAM. Sejak dibangunnya pasar ini, aliran air menurut laporan RT melimpah ke pemukiman. Jadi kami harus membangun drainase agar air tidak melimpah ke pemukiman warga,” ungkap Andi kepada awak media. 

Kemudian, akses jalan masuk menuju pasar juga perlu ada pelebaran. Termasuk fasilitas parkir yang harus dibuat pula. Disebutkan Andi, pihaknya mempunyai lahan yang cukup luas dan bisa menambah beberapa kios baru agar tak ada lagi pedagang yang memilih untuk menjajakan dagangannya di pinggir jalan. 

Baca juga:  Dialokasikan Rp 142 Miliar, Jalan Rusak Kutim-Berau Diperbaiki Tahun Ini

Nantinya, Pasar Harapan Baru akan diisi oleh pedagang dari pasar lama Harapan Baru yang sebelumnya terletak di Jalan Kurnia Makmur. Kemudian ada pula pedagang dari Pasar Tungging (Tumpah) di Jalan Bung Tomo. Berkenaan dengan hal ini, Andi juga langsung memberikan instruksi kepada OPD terkait, yakni Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda agar segera menyusun perencanaan dengan kajian mendalam dalam 2 minggu ke depan.

“Jadi nanti Disdag akan buat skenarionya. Setelah itu mereka laporkan ke saya lalu kemudian akan kami putuskan. Saya tadi minta Disdag menyampaikan kajiannya dulu sekitar 2 minggu,” lanjut Andi. 

Baca juga:  Infografis: Soal Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19, Isran Noor-Andi Harun Beda Sikap!

Ditemui terpisah, Kepala Disdag Samarinda, Marnabas menyebutkan bahwa pihaknya sudah mempunyai data terkait jumlah pedagang yang nantinya akan mengisi sejumlah kios di pasar tersebut.

“Kawan-kawan di Pasar Tungging sekitar 60 orang. Kemudian di pasar lama Jalan Kurnia Makmur itu sekitar 158,” beber Marnabas. 

Baca juga:  Pansus BMD DPRD Kaltim Segera Tinjau Daerah se-Kaltim untuk Tindaklanjuti Temuan BPK

Kapasitas kios di pasar baru hanya ada 200. Sehingga tak memungkinkan jika menampung semua calon pedagang. Opsi lain yang diberikan Andi Harun adalah membangun kios baru. Dijelaskan Marnabas, kios baru itu akan dibangun di sepanjang jalan akses masuk ke pasar. Titik lokasi berbentuk huruf ‘L’ itu diperkirakan bisa dibuat untuk 60-70 kios. Jika kios baru ditambah, maka berpotensi sebagai daya tarik kepada pembeli untuk masuk ke dalam area pasar utama.

Baca juga:  Efek Corona, Sudah 341 Karyawan di Samarinda di-PHK

Ditambahkan Marnabas, pihaknya juga bakal membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di bagian belakang pasar. Demi melengkapi berbagai fasilitas di pasar itu, kira-kira akan memakan dana sekitar Rp 1 miliar yang datang dari APBD Murni Tahun Anggaran 2022. Jika tak ada kebijakan khusus, maka pasar akan dibuka setelah seluruhnya selesai.

Baca juga:  Update Corona di Kaltim 14 Agustus 2021, Positif 1.168, Sembuh 1.728, Meninggal 66

“Untuk yang di dalam pasar kita mau bikin IPAL. Di belakang itu ada pemotongan hewan, ada untuk ayam. Nanti bisa dikelola,” tandasnya. 

[YMD | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close