Daerah
Beralih dari Inspektorat, Heriansyah Bawa Pendekatan Berbasis Data ke Disdikbud Kukar
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Berbekal pengalaman sebagai Kepala Inspektorat Kutai Kartanegara, Heriansyah membawa pendekatan kerja berbasis data ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar usai resmi dilantik menggantikan Thauhid Afrillian Noor, pada Jumat (6/2/2026).
Usai dilantik, Heriansyah menyebut langkah awal yang akan segera dilakukan adalah konsolidasi internal di lingkungan Disdikbud Kukar. Ia menilai, amanah yang diberikan Bupati hanya bisa dijalankan secara optimal apabila didukung oleh tim yang solid dan memiliki semangat kerja yang sama.
Dalam mengelola organisasi, Heriansyah menekankan pentingnya memahami aspek manusia sebagai inti dari manajemen. Ia bahkan mengutip pandangan pakar manajemen dunia Peter Drucker untuk menggambarkan pendekatan yang akan ia terapkan di Disdikbud Kukar.
“Jika kita berbicara tentang manajemen, sebagaimana dikatakan Peter Drucker, if we are talking about management, we are talking about human behavior. Artinya, inti dari manajemen adalah manusia,” jelasnya.
Pendekatan tersebut, lanjut Heriansyah, harus diterjemahkan dalam kebijakan pendidikan yang berbasis data. Menurutnya, pembangunan pendidikan yang berkualitas tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan perkiraan, melainkan harus ditopang oleh data yang akurat dan terukur.
Ia mencontohkan, dari sisi infrastruktur pendidikan, pemerintah daerah harus memiliki data yang jelas terkait kondisi sekolah, mulai dari kategori rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan. Data tersebut dinilai krusial sebagai dasar penyusunan program dan prioritas pembangunan.
Meski demikian, Heriansyah menilai tantangan terbesar dalam dunia pendidikan tidak semata soal bangunan sekolah. Menurutnya, upaya mengubah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia justru menjadi pekerjaan yang lebih berat.
“Dari sisi infrastruktur, data itu penting. Tapi tantangan yang paling berat sebenarnya adalah mengubah manusianya,” ungkapnya.
Menjawab persoalan kesejahteraan guru dan kondisi sekolah di wilayah-wilayah, Heriansyah menyampaikan bahwa tahap awal kepemimpinannya masih akan difokuskan pada inventarisasi dan konsolidasi untuk memahami kondisi riil di lapangan.
“Saya baru saja dilantik, sehingga langkah awal adalah memahami kondisi riil di lapangan. Kita harus mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya, baru kemudian melakukan intervensi melalui program dan kegiatan yang tepat,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Disdikbud Kukar Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 318 Siswa di SMPN 1 Tenggarong
- Disdikbud Kukar Bakal Gelar Rangkaian Acara Erau dengan Empat Kategori Lomba Seni Budaya Kutai, Total Hadiah Capai Rp 70 Juta
- Disdikbud Kukar Kolaborasi Lintas OPD, Sosialisasikan Mekanisme Beasiswa Kukar Idaman Terbaik
- Pendaftaran Beasiswa Guru dan Stimulan Disdikbud Kukar Diperpanjang hingga 20 September
- Disdikbud Kukar Buka Ruang Ekspresi Penggiat Budaya Lewat Bincang Buku









