Daerah
Jejak Pahlawan Kutai Mulai Ditanamkan di Bangku Sekolah, Sultan AM Idris Bakal Jadi Materi Pembelajaran
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Anak-anak di Kutai Kartanegara (Kukar) segera diperkenalkan lebih dekat dengan sejarah daerahnya sendiri. Pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah khusus agar kisah perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris dapat dipelajari sejak dini di lingkungan sekolah.
Tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional asal Kalimantan Timur (Kaltim) itu nantinya akan masuk dalam materi pembelajaran bagi siswa PAUD, SD hingga SMP. Pengenalan sejarah lokal penting dilakukan agar generasi muda tidak hanya akrab dengan tokoh nasional, tetapi juga memahami warisan perjuangan dari tanah Kutai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan, saat ini sedang menyusun konsep pembelajaran yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Untuk siswa usia dini, pendekatan yang digunakan akan dibuat ringan dan menyenangkan melalui media visual seperti ilustrasi dan karikatur.
Sementara pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, materi akan diperkuat melalui pelajaran muatan lokal yang sudah memiliki dasar hukum daerah. Terlebih, sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda).
“Kalau sudah ada Perda, berarti sudah ada payung hukumnya, dan itu nanti akan kita distribusikan kepada satuan pendidikan,” kata Heriansyah.
Menurutnya, penguatan sejarah lokal menjadi bagian penting dalam membangun identitas generasi muda Kukar di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Ia menilai banyak anak mulai jauh dari sejarah daerahnya sendiri karena lebih sering terpapar budaya luar.
Karena itu, sosok Sultan AM Idris dianggap layak diperkenalkan lebih luas kepada pelajar sebagai figur keteladanan.
“Tentu ini penting agar anak-anak sejak sekarang sudah mengenal pahlawan nasional dari daerah kita sendiri,”imbuhnya.
Dalam catatan sejarah, Sultan AM Idris dikenal sebagai pemimpin Kesultanan Kutai Kartanegara yang memiliki peran penting dalam perjuangan melawan penjajahan. Ia bahkan disebut rela meninggalkan kekuasaan dan keluarganya demi membantu perjuangan Lamaddukelleng di Sulawesi.
Tak hanya memiliki hubungan kuat dengan sejarah Kutai, Sultan AM Idris juga memiliki keterkaitan dengan masyarakat Paser dan Wajo melalui ikatan keluarga kerajaan.
Heriansyah menyebut nilai perjuangan yang diwariskan Sultan AM Idris masih relevan untuk kehidupan saat ini, terutama soal keberanian, pengorbanan dan semangat persatuan antardaerah.
Ia berharap, pengenalan sejarah lokal di sekolah dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap daerahnya sendiri. Sekaligus menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Semangat kebersamaan itu yang harus ditanamkan kepada anak-anak. Dulu, walaupun belum ada NKRI dan masih Nusantara, kita sudah punya semangat yang sama bahwa penjajahan di atas dunia harus dilawan,” tandasnya.
[RWT]
Related Posts
- Disdikbud Kukar Bakal Gelar Rangkaian Acara Erau dengan Empat Kategori Lomba Seni Budaya Kutai, Total Hadiah Capai Rp 70 Juta
- Disdikbud Kukar Kolaborasi Lintas OPD, Sosialisasikan Mekanisme Beasiswa Kukar Idaman Terbaik
- Pendaftaran Beasiswa Guru dan Stimulan Disdikbud Kukar Diperpanjang hingga 20 September
- Disdikbud Kukar Buka Ruang Ekspresi Penggiat Budaya Lewat Bincang Buku
- Sadi Sengkaka 2025 Terpilih, Disdikbud Kukar Tekankan Peran Sebagai Role Model Budaya









