Nasional

BNPB Bongkar Modus Pembakar Karhutla Dibayar Rp500 Ribu, Lahan Hangus Langsung Disiapkan untuk Sawit

Network — Kaltim Today 07 September 2026 19:32
BNPB Bongkar Modus Pembakar Karhutla Dibayar Rp500 Ribu, Lahan Hangus Langsung Disiapkan untuk Sawit
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (tengah). (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membongkar praktik pembakaran hutan dan lahan (karhutla) secara sengaja yang marak terjadi di berbagai daerah. Pelaku lapangan diketahui sengaja disewa dengan imbalan uang tunai ratusan ribu rupiah guna memuluskan pembukaan lahan secara ilegal.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan temuan konkret penangkapan pelaku pembakar lahan di Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, aparat menyita korek api bersama uang tunai senilai Rp500.000 yang merupakan upah bagi eksekutor di lapangan.

"Memang di lapangan betul sekali ada upaya kesengajaan dengan cara membakar. Kami menangkap itu di Jambi, ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh, dengan uang hanya Rp500.000 diberi upah," papar Suharyanto dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara daring, Senin (7/9/2026).

Indikasi kejahatan terorganisasi kian kentara di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Di area gambut yang api pembakarannya bahkan belum sepenuhnya padam, hamparan lahan tersebut sudah dipatok dan diarahkan menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit baru.

"Lokasi yang baru saja terbakar, belum selesai kebakaran di tempat lain, lokasi itu sudah berubah menjadi rencana penanaman pohon sawit," ungkap Suharyanto.

Saat ini tim satgas gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI, dan Polri terus berjibaku memadamkan titik-titik api yang meluas, sembari mendorong aparat kepolisian menindak aktor intelektual di balik para pelaku sewaan tersebut.

Merespons temuan itu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap pihak perorangan maupun korporasi yang bermain di balik kebakaran lahan.

"Itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan, apakah ini perorangan atau korporasi. Tolong diselidiki terus," tegas Prabowo seraya meminta penindakan hukum difokuskan pada pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar. 

[RWT] 



Berita Lainnya