BPBD BONTANG
BPBD Bontang Gelar Simulasi Kesiapsiagaan di TK IT Sekolah Alam Baiturrahman
Kaltimtoday.co, Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang melaksanakan simulasi kesiapsiagaan bencana di TK IT Sekolah Alam Baiturrahman, Rabu (12/11/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi kebencanaan untuk anak usia dini.
Simulasi diawali dengan pemberian materi dasar mengenai jenis-jenis bencana, tanda peringatan, dan jalur evakuasi. BPBD menyampaikan materi menggunakan media visual agar mudah dipahami oleh siswa. Setelah sesi penjelasan, alarm peringatan dibunyikan sebagai tanda dimulainya simulasi.
Guru kemudian mengarahkan siswa keluar kelas melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Petugas BPBD memantau jalannya latihan dan memastikan seluruh proses berlangsung tertib. Siswa juga diperkenalkan teknik perlindungan diri sederhana yang dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman melaui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk membangun kesiapsiagaan sejak tahap pendidikan awal. Ia menyebutkan, pihaknya secara berkala melaksanakan edukasi serupa di berbagai sekolah.
“Simulasi kebencanaan diperlukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa, sehingga mereka memahami langkah dasar yang harus dilakukan saat kondisi darurat,” ujar Eko.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap latihan dapat dilaksanakan secara rutin. Kegiatan berakhir setelah seluruh siswa berkumpul di titik aman dan menerima arahan penutup dari BPBD.
“BPBD berkomitmen meningkatkan literasi kebencanaan di lingkungan pendidikan agar anak-anak mampu melindungi diri saat bencana terjadi,” tandasnya.
[ADV BPBD BONTANG]
Related Posts
- Rencana Kenaikan Harga Minyakita, Pemerintah Pertimbangkan Harga CPO Global
- Anggaran Promosi Rp 10,7 Miliar Dikritik, DPRD Berau Minta Disbudpar Fokus Masterplan Wisata
- Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai Pekan Depan, Pelanggar Lalu Lintas di Kukar Siap-Siap Ditindak
- Hari Lingkungan Hidup: Jangan Terjebak Slogan Palsu
- Modus Dalami Ilmu Agama, Pimpinan Ponpes di Tenggarong Seberang Diduga Cabuli 11 Santriwati Sejak 2021-2024









