Internasional

Dampak Karhutla Sumatra dan Kalimantan, Kualitas Udara Singapura Masuk Kategori Tidak Sehat

Network — Kaltim Today 04 September 2026 13:33
Dampak Karhutla Sumatra dan Kalimantan, Kualitas Udara Singapura Masuk Kategori Tidak Sehat
Ilustrasi. (Pixabay)

Kaltimtoday.co - Kualitas udara di wilayah tengah Singapura resmi menyentuh kategori tidak sehat pada Jumat (4/9/2026). Penurunan mutu udara ini terjadi di tengah eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Data Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) mencatat Indeks Standar Polutan (Pollutant Standards Index/PSI) 24 jam di kawasan tengah Singapura menembus angka ambang batas aman. Pada pukul 07.00 waktu setempat, angka PSI tercatat di level 101, lalu merangkak naik menjadi 105 pada pukul 10.00.

Sebagai perbandingan, kualitas udara di empat kawasan lainnya di Singapura masih bertahan di level sedang:

  • Wilayah Barat: PSI 90
  • Wilayah Timur: PSI 89
  • Wilayah Utara: PSI 78
  • Wilayah Selatan: PSI 75

Indikator PSI 24 jam dihitung berdasarkan konsentrasi enam polutan utama, mencakup partikulat mikro PM2.5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, serta karbon monoksida. Partikel PM2.5 menjadi perhatian medis paling kritis karena ukurannya yang sangat halus sehingga mudah menembus saluran pernapasan bagian dalam.

Dalam laporan situasi cuaca dan kabut asap terbarunya, NEA memaparkan bahwa stasiun pemantauan udara di Kalimantan, Sumatra bagian tengah dan selatan, serta Sabah dan Sarawak telah mencatat level kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.

Pencitraan satelit mendeteksi sebaran titik panas (hotspot) yang meluas di bagian selatan dan tengah Sumatra serta Kalimantan. Fenomena ini memicu kabut asap lintas batas (transboundary haze) berintensitas sedang hingga tebal yang bergerak menyelimuti utara Kalimantan, wilayah barat daya Filipina, dan Sarawak tengah.

Kondisi cuaca kering diperkirakan masih mendominasi sebagian besar kawasan ASEAN bagian selatan selama beberapa hari ke depan, kecuali di belahan utara Semenanjung Malaysia, bagian utara Sumatra, serta Kalimantan tengah yang diprediksi mulai diguyur hujan. 

[RWT] 



Berita Lainnya