Pendidikan
Dispopar Bontang Usulkan Lomba Dance Kreasi Pelajar Naik Level Jadi Event Provinsi
BONTANG, Kaltimtoday.co - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mendorong Lomba Dance Kreasi Pelajar untuk naik level menjadi agenda tingkat provinsi. Langkah ini diusulkan melihat tingginya antusiasme peserta serta potensi besar kegiatan tersebut dalam mendukung pengembangan sport tourism di Kota Bontang.
Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, mengatakan bahwa kegiatan yang telah memasuki tahun kelima tersebut dinilai mampu menjadi ruang positif bagi generasi muda. Event ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas melalui kolaborasi antara olahraga dan seni budaya.
“Ini bisa sekali dibuat lingkup provinsi. Apalagi Bontang sudah punya prestasi ketika di Pornas. Kita harapkan setiap tim bisa menunjukkan potensi sekaligus mengenalkan wisata kita,” ujar Eko Mashudi, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Eko, kegiatan seperti dance kreasi tidak sekadar menjadi ajang hiburan atau perlombaan seni semata. Lebih dari itu, event ini dinilai memiliki dampak ekonomi dan promosi daerah yang cukup luas apabila dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
“Multiplier effect-nya besar nanti. UMKM bisa bergerak, pariwisata ikut dikenal, PAD juga bisa meningkat. Ini bagian dari pengembangan sport tourism,” katanya.
Ia menyebut, potensi sport tourism di Bontang sebenarnya cukup beragam dan tidak hanya terbatas pada cabang olahraga tertentu saja. Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin terus mendorong berbagai kegiatan kreatif yang mampu menarik partisipasi masyarakat luas sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.
“Potensi sport tourism ini banyak, bisa lewat atletik, sepeda, termasuk dance kreasi seperti ini. Kami berharap potensi-potensi seperti ini terus dikembangkan,” tambah Eko.
Sebagai informasi, ajang Dance Kreasi Pelajar tahun ini diikuti oleh 110 pelajar dari tingkat SD hingga SMA se-Bontang. Kegiatan ini memadukan unsur budaya nusantara dengan olahraga modern dalam bentuk tari kreasi, dengan total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp 30 juta untuk para pemenang.
Ketua Panitia, Jumiati, mengatakan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan kegiatan tersebut mendapat tempat tersendiri di kalangan pelajar. Menurutnya, lomba ini sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni secara positif.
“Tujuannya menjalin silaturahmi antara pegiat olahraga, menyediakan wadah positif dan kreatif bagi bakat seni tari, serta melestarikan budaya nusantara melalui gerak olahraga,” pungkas Jumiati.
[TOS | ADV]
Related Posts
- Respons Moratorium Dapur MBG, Agus Haris Minta BGN Libatkan Pemda
- Targetkan Stunting Turun Jadi 12,5 Persen, Pemkot Bontang Optimalkan Peran Kader Posyandu
- Tekan Stunting, Wawali Agus Akan Datangi Warga yang Tak Hadir Operasi Timbang Serentak
- Cegah Banjir, Panbers Bersihkan Drainase dan Sungai di Sejumlah Titik Kota
- Lukman Apresiasi Program Smartani Goes to School, Dorong Sekolah Cetak Generasi Peduli Ketahanan Pangan









