Samarinda

DLH Samarinda Pantau Pabrik Plywood di Loa Buah

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup Samarinda di bawah penanganan Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Aldilah Rahmi Zahra SH melakukan kunjungan ke pabrik plywood Sungai Kunjang, Selasa (3/12/2019).

Hal ini berdasakan laporan yang diterima oeh tim DLH tentang sampah limbah plywood sejak November lalu yang berada di pinggiran sungai. DLH menurunkan tim guna memantau pengerjaan pabrik yang dianggap telah melakukan pelanggaran tersebut.

Baca juga:  DLH Lakukan Konsultasi Publik Ke-2 Terkait Penyusunan Dokumen KLHS Revisi RTRW Samarinda 2019

Dikatakan oleh Dillah, kegiatan tersebut berupa sidak tim DLH yang ke-3, ini berdasarkan dari keluhan masyarakat.

“Kegiatan ini hasil dari sidak pertama kami di bulan November kemarin, ini sudah sidak ke-3 kami untuk PT Dharmawood,” kata Dilla saat dikonfirmasi melalui telepon.

Diungkapkan oleh Dillah, perusahaan plywood ini melakukan pencemaran di perairan di Sungai Mahakam. Pihak DLH tidak tinggal diam ketika melihat sisa-sisa plywood yang terapung di sungai. Akhirnya, DLH menelusuri dari mana asal limbah plywood tersebut.

“Awalnya tim DLH melihat kotornya Sungai Mahakam akibat banyak limbah sisa plywood, kami langsung sikapi dengan telusuri asal limbah itu. Hasil dari informasi warga, kami temukan pabrik PT. Dharmawood di Loa Buah, Sungai Kunjang,” terangnya.

Dillah juga mengatakan, serakan sisa plywood dibiarkan begitu saja di pinggiran jalan.

Setelah melakukan kunjungan ke-3, DLH mengakui adanya perubahan signifikan yang telah dilaksanakan oleh pihak perusahaan.

“Sekarang sudah ada pembenahan dari pihak perusahaan. Dulu kulit kayu yang dijemur berserakan, begitu juga spot-spot di pinggir sungai, sekarang sudah rapi dan ditempatkan di satu titik. Yang awalnya sampah berserakan di pinggir sungai sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.

Selain limbah dan cara pengerjaan yang kurang rapi, DLH juga tidak luput mengoreksi mesin dan pembuangan air yang digunakan dalam produksi plywood.

Baca juga:  DLH Samarinda: Ketahuan Buang Sampah Tidak pada Jamnya, Denda Rp 50 Juta

“Ipal yg dulunya blum ada, sekarang sudah 80 persen terlaksana, tinggal pemandangan mesinnya. Untuk memompa dari beberapa sekat dengan keluaran akhir airnya sudah mereka bersihkan,” terangnya.

DLH berharap agar, pihak perusahan terus mempertahankan tingkat kebersihan agar pencemaran tidak tejadi lagi.

[NYN | RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close