Kaltim
Eksistensi IKA Teknik Pertambangan Unmul Bukti Solidaritas, Siap Sukseskan Ketahanan Energi di IKN

Kaltimtoday.co, Samarinda - Minggu (5/12/2021), Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Teknik Pertambangan Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2021-2023 akhirnya dilantik. Bertempat di Hotel HARRIS Samarinda, agenda kali ini juga dibarengi dengan orasi ilmiah bertemakan "Peran Alumni Teknik Pertambangan Unmul dalam Upaya Menjawab Tantangan Ketahanan Energi Kaltim."
Ketua IKA Teknik Pertambangan Unmul terpilih, Donny Andriyana Kismat mengungkapkan bahwa pihaknya berharap silaturahmi bisa terus terjalin antara akademisi, pemerintah, dan para alumni. Hal itu dilakukan agar tetap bisa bersinergi mengingat Ibu Kota Negara (IKN) akan dibangun di Kaltim.
Donny juga menjelaskan kini sudah ada sekitar lebih dari 1.000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka menggeluti beragam profesi. Mulai pengusaha, pegawai negeri sipil, hingga di tingkat top level management. Eksistensi IKA Teknik Pertambangan Unmul juga menjadi bukti solidaritas. Pihaknya pun ingin terlibat dalam menggerakkan perekonomian Kaltim. Khususnya dalam bidang industri pertambangan.
"Kaltim ditunjuk jadi IKN. Kami siap bantu pemerintah pusat dan daerah untuk menyukseskan ketahanan IKN dan energi Kaltim," ungkap Donny.
Selain itu, para alumni juga berharap agar pemerintah bisa terus melibatkan alumni-alumni Teknik Pertambangan untuk mencari solusi dalam hal ketahanan energi.
"Jadi dengan meningkatnya pembangunan, otomatis pertambangan energi juga dibutuhkan. Sehingga, kami memang membutuhkan energi yang dapat diperbaharui. Jadi bukan hanya batubara. Kami butuh terobosan yang harus dipikirkan kedepannya bersama pemerintah, alumni dan akademisi," lanjut Donny.
Salah satu solusi sudah pernah disampaikan untuk opsi ketahanan energi. Yakni gasifikasi. Namun memang, cara teknologi seperti demikian masih mahal. Secara sumber daya manusianya pun, Kaltim seharusnya mampu.
Saat ini, Donny mengakui bahwa trennya masih mengacu pada tambang open pit. Alias metode operasi pertambangan terbuka di permukaan. Lama-kelamaan, hal itu akan habis. Terutama karena keterbatasan kedalaman batu bara.
"Sedangkan gasifikasi tak perlu gunakan open pit dan alat. Namun hanya pengeboran dengan cara mengubah batubara menjadi gas," tutup Donny.
[YMD | TOS]
Related Posts
- Bengkel Siaga Haka Auto Siap Layani Pelanggan Selama Libur Mudik Lebaran 2025
- KPK Undur Batas Akhir LHKPN 2024 hingga 11 April 2025 karena Libur Idulfitri
- Tiga “THR” dari Gubernur Kaltim untuk Masyarakat: Pemutihan Pajak, Tiket Wisata Gratis, dan Sewa Kios Nol Rupiah
- Dinilai Janggal, PUPR Rincikan Proyek Rehabilitasi Gedung DPRD Kaltim Senilai Rp55 Miliar
- Dari Rumah Sakit ke Panggung Politik: dr. Aulia dan Jejak Dokter Jadi Kepala Daerah di Kaltim