Nasional
Evaluasi Kinerja Polisi, Presiden Prabowo Bakal Bentuk Komisi Reformasi Polri
Kaltimtoday.co - Presiden Prabowo Subianto, akan segera membentuk Komisi Reformasi Polri sebagai langkah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepolisian. Inisiatif ini muncul sebagai respons atas aspirasi masyarakat sipil, khususnya dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang beranggotakan tokoh lintas agama dan berbagai elemen bangsa.
Dialog antara GNB dan Presiden Prabowo berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (11/9/2025) malam. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan berlangsung sekitar tiga jam. Dalam pertemuan itu, GNB menekankan perlunya reformasi Polri untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Pendeta Gomar Gultom, anggota GNB sekaligus Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) periode 2019–2024, menyampaikan bahwa Presiden menyambut baik usulan tersebut.
“Gerakan Nurani Bangsa menilai perlu ada evaluasi dan reformasi kepolisian. Hal ini langsung disetujui oleh Bapak Presiden yang bahkan berencana segera membentuk komisi reformasi Polri. Tuntutan masyarakat yang besar ini akhirnya mendapat jawaban konkret,” jelas Gultom seusai pertemuan.
Menurut Gultom, Presiden Prabowo telah memiliki rancangan konsep reformasi Polri yang sejalan dengan gagasan GNB.
“Bapak Presiden menyampaikan bahwa apa yang kami sampaikan justru sudah ada dalam konsep beliau. Jadi ini benar-benar sejalan antara aspirasi publik dan visi Presiden,” tambahnya.
Meski demikian, detail teknis mengenai pembentukan serta mekanisme kerja komisi reformasi Polri masih akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
[RWT]
Related Posts
- Resmi Pensiun Oktober 2028, Google Siapkan PWA Sebagai Pengganti Aplikasi Chrome
- Angkat Tema Raja Menjamu Rakyatnya, Festival Erau Adat Kutai 2026 Digelar September
- Prabowo Naikkan Tukin TNI dan Kemenhan Jadi 90 Persen, Cek Rincian Nominalnya
- KONI Kaltim Minta Nomor Tanding Dirasionalkan, Pinjam Pakai Alat Jadi Solusi Hemat Anggaran
- Terdakwa Ungkap Fakta Baru dalam Persidangan Penusukan, Mulai dari Kontak Fisik Saksi hingga Pembiaran Membawa Sajam






