Daerah
Hadirkan Inovasi "Sertakan" untuk Lindungi Pekerja Informal di Balikpapan

Kaltimtoday.co - BPJS Ketenagakerjaan terus menghadirkan inovasi untuk memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja informal. Salah satu program terbaru yang diluncurkan adalah "Sejahterakan Pekerja di Sekitar Anda" atau "Sertakan". Program ini memungkinkan masyarakat untuk ikut serta dalam melindungi pekerja informal di sekitar mereka, seperti asisten rumah tangga, tukang kebun, pemulung, dan pekerja serabutan lainnya.
Melalui program Sertakan, pekerja informal berhak mendapatkan dua jenis perlindungan utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Dengan adanya jaminan ini, pekerja informal yang sebelumnya sulit mengakses perlindungan sosial kini dapat merasakan manfaat perlindungan kerja yang lebih luas dan adil.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, menekankan bahwa program Sertakan hadir sebagai solusi nyata untuk meningkatkan perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal yang sering kali terabaikan.
"Kami ingin mendorong kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pekerja informal di sekitar mereka. Dengan iuran yang terjangkau, manfaat yang diberikan program ini sangat besar dan dapat membantu pekerja menghadapi risiko pekerjaan," ujar Erfan.
Pada tahun 2024, program Sertakan telah menarik perhatian masyarakat dengan mencatatkan sebanyak 1.634 peserta terdaftar dan 24 klaim yang telah diajukan. Total manfaat yang telah diberikan mencapai Rp 137.723.910, yang mencakup:
- Klaim Jaminan Hari Tua (JHT): Rp 9.437.620
- Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Rp 86.286.290
- Klaim Jaminan Kematian (JKM): Rp 42.000.000
Meskipun iuran program Sertakan lebih rendah dibandingkan dengan program perlindungan sosial lainnya, manfaat yang diperoleh tetap signifikan. Program ini memberikan bantuan finansial yang sangat penting bagi peserta atau keluarganya, terutama dalam menghadapi risiko pekerjaan atau kehilangan pencari nafkah.
BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya memperluas jangkauan program ini dengan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami berharap semakin banyak pekerja informal di Indonesia yang bisa mendapatkan perlindungan sosial melalui program ini. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar manfaat perlindungan sosial dapat dirasakan secara merata," tambah Erfan Kurniawan.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pengelola bank sampah, perusahaan, serta pemerintah daerah untuk memperkuat dampak dan keberlanjutan program Sertakan.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Atasi Kekurangan Air Bersih, Irwan Tinjau Program Kotaku di Balikpapan
- Republik 3 Sold Out, Baladewa Diminta untuk Segera Amankan Tiket!
- Bandara SAMS Sepinggan Berhasil Raih Penghargaan Bintang 5 Taraf Internasional
- Tidak Mau Ketinggalan Nonton Konser Dewa 19 di Balikpapan, Simak Cara Beli Tiketnya!
- Setelah Medan, Dewa 19 Siap Mengguncang Balikpapan