PPU

Hasil Panen Sulit Dijual, DPRD PPU Sarankan Pemerintah Beli Beras Petani Lokal

Kaltim Today
07 Oktober 2022 19:12
Hasil Panen Sulit Dijual, DPRD PPU Sarankan Pemerintah Beli Beras Petani Lokal
Anggota Komisi III DPRD PPU, Zainal Arifin. (Foto: Yudi/kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Penajam – Serapan beras lokal di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), hingga kini masih timpang dengan hasil produksi beras petani. Pada 2021, hasil produksi beras petani daerah setempat, mencapai 37.361 ton. Sementara masyarakat PPU, hanya mengonsumsi beras lokal sebanyak 30 persen atau sekira 5.000 ton dari total kebutuhan 15.000 lebih dalam setahun.

Minimnya serapan beras lokal disebabkan kecenderungan masyarakat yang suka mengonsumsi beras asal Sulawesi ataupun Jawa. Sedangkan, hasil produksi beras petani lokal, lebih banyak dijual ke luar daerah, seperti Kalimantan Selatan.

“Mungkin karena faktor kebiasan masyarakat kita ini lebih suka mengonsumsi beras Jawa atau Sulawesi. Dan juga mungkin karena faktor kualitas beras kita di bawah beras dari luar,” kata Anggota Komisi III DPRD PPU, Zainal Arifin, Jumat (7/10/22).

Pemerintah daerah mewacanakan penerbitan regulasi sebagai menyerap beras dari petani lokal. Regulasi terkait kewajiban aparatur sipil negara (ASN) membeli beras lokal. Namun sampai saat ini belum terealisasi.

Terkait hal itu, Politisi Partai Amanat Nasional atau PAN ini, mendukung dengan catatan kualitas beras lokal ditingkatkan.

“Solusinya ya pemerintah harus siap membeli beras milik petani sekaligus menyiapkan gudang dolog,” ucap Zainal.

Setiap tahu, produksi beras petani di wilayah PPU mencapai 20 ribu ton lebih. Rendahnya serapan hasil panen hingga masalah sumber air menjadikan sebagian petani mengalihfungsikan lahannya menjadi perkebunan sawit.

“Ya mudah-mudahan pemerintah kita punya solusi atas masalah itu. Sehingga para petani tidak terus merugi,” tandasnya.

[YUD | RWT | ADV DPRD PPU]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya