Nasional

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Berikut Daftar Saham Potensial Untuk Dicermati

Kaltim Today
11 September 2023 07:48
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Berikut Daftar Saham Potensial Untuk Dicermati
Sejumlah saham IHSG diprediksi menguat pekan ini. (Foto: Indonesia.go.id)

Kaltimtoday.co - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan akan mengalami kenaikan terbatas, dengan rentang antara 6.865 hingga 6.996.

CEO Edvisor, Praska Putrantyo, mengungkapkan beberapa saham di berbagai sektor masih menarik untuk dicermati, termasuk saham di sektor energi seperti minyak mentah dan batu bara, barang baku logam, infrastruktur telekomunikasi, perbankan, barang konsumen primer dan non primer (siklikal), serta sektor otomotif. Saat ini, saham-saham ini memiliki potensi untuk memberikan keuntungan.

Beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan adalah PNBN dengan target harga Rp 1.630, BDMN Rp 3.200, ANTM Rp 2.040, TINS Rp 920, ASII Rp 6.850, ADRO Rp 3.100, RAJA Rp 1.100, dan TLKM Rp 4.050.

"Pelaku pasar akan menantikan rilis data inflasi tahunan AS yang diperkirakan akan kembali naik menjadi 3,4%. Sentimen lain yang akan mempengaruhi IHSG adalah perlambatan inflasi di Tiongkok," ungkap Praska dalam keterangannya, seperti yang dikutip pada Senin (11/9/2023).

Praska juga menjelaskan bahwa momentum pembagian dividen interim dari beberapa perusahaan emiten diharapkan akan meningkatkan kinerja IHSG. Selain itu, pelaku pasar juga akan memantau kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada tanggal 20 September 2023.

"Selain itu, inflasi diperkirakan akan naik lagi, meskipun masih dalam target BI. Di sisi lain, harga komoditas energi juga menguat karena keterbatasan pasokan," tambah Praska.

Pengamat pasar modal, Hans Kwee, memproyeksikan bahwa dalam satu minggu ke depan, IHSG akan mengalami pelemahan dengan level support di kisaran 6.895 hingga 6.859. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di rentang 7.003 hingga 7.050.

Proyeksi ini memperhitungkan kekhawatiran investor terhadap kenaikan harga minyak, yang akan diikuti dengan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Agustus dalam waktu dekat.

"Ada kekhawatiran di kalangan investor bahwa inflasi mungkin akan mulai meningkat lagi," kata Hans Kwee.

[TOS]



Berita Lainnya