HeadlineKaltim
Trending

Jembatan Mahakam IV Mulai Dibuka 2 Januari 2020, Samarinda Seberang-Samarinda Kota Bebas Macet?

Kaltimtoday.co, Samarinda – Jembatan Mahakam IV akan dibuka untuk umum mulai Kamis, 2 Januari 2019.

Kepastian itu disampaikan langsung Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat melakukan peninjauan ke Jembatan Mahakam IV, Senin (30/12/2019) sore.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim Taufik Fauzi, Hadi Mulyadi menerangkan, dibukanya Jembatan Mahakam IV karena hasil uji beban dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) sudah memenuhi syarat.

“Hasil uji menyebutkan sudah bisa dilewati. Mulai Kamis, 2 Januari 2020, Jembatan Mahakam IV akan diujicoba untuk umum pertama kali,” kata Hadi Mulyadi.

Baca juga:  Mengenal Urban +, Studio Desain Pemenang Desain Ibu Kota Negara Baru di Kaltim

Hasil sementara uji beban KKJTJ, ungkap Hadi sudah bagus. Jembatan yang dibangun sejak 2012 itu diharapkan sudah bisa dimanfaatkan mulai awal tahun nanti. Terutama untuk memecah kemacetan di Jembatan Mahakam baik dari arah Samarinda Seberang maupun dari arah Samarinda Kota.

Uji coba melintas di Jembatan Mahakam IV dilakukan sambil menunggu sertifikat layak fungsi jembatan dari KKJTJ Kementerian PUPR. Kepastian hasi uji coba keluar belum dipastikan, namun diperkirakan dalam waktu dekat.

Untuk tahap awal uji coba, jelasnya, fungsional secara teknis kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan penumpang termasuk bis, dan sepeda motor dengan lebar 2,25 meter dan 2 jalur di sayap kiri dan kanan.

Adapun untuk kendaraan jenis truk belum diperkenankan melintasi Jembatan Mahakam IV hingga keluarnya surat kelayakan dari KKJTJ.

“Bentang bawah jembatan ini (jalur navigasi) jauh lebih lebar. Jadi jauh lebih aman. Terlalu kalau ada ponton yang masih menabrak,” jawab mantan anggota DPR RI tersebut saat dikonfirmasi terkait Jembatan Mahakam yanbg berulangkali ditabrak.

Baca juga:  Pertama di Kalimantan, Ini 5 Fakta Tol Balikpapan-Samarinda

Jalur navigasi Jembatan Mahakam IV sepanjang 150 meter, sementara Jembatan Mahakam I hanya 90 meter. Jembatan juga dipercantik dengan lampu tematik yang akan menyala dari pukul 19.00 hingga 24.00 Wita.

Seperti diketahui, uji beban di Jembatan Mahakam IV sudah dilakukan KKJTJ pada 22 Desember 2019 dengan menempatkan 36 truk roda 10 di sepanjang jembatan tersebut.

Jembatan Mahakam IV yang menghubungkan Samarinda Kota dan Samarinda Seberang ini diyakini sanggup bertahan hingga 100 tahun. Jembatan Mahakam IV lebih kokoh dan mewah dibandingkan pendahulunya; Jembatan Mahakam.

Sejak mulai dibangun pada 1982 dan rampung 3 Agustus 1986, Jembatan Mahakam kala itu menghabiskan anggaran Rp 7 miliar. Sementara Jembatan Mahakam IV, menyedot biaya Rp 879 miliar dan dikerjakan sejak 2012.

Proyek yang dimulai pada era mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ini didesain dengan memperhatikan kondisi Jembatan Mahakam. Kolong jembatan dibuat lebih lebar. Hal itu sebagai antisipasi agar kejadian yang dialami Jembatan Mahakam tidak terulang.

Baca juga:  Dampak Positif IKN ke Kaltim Mulai Terasa, Isran Noor: Anggaran Infrastruktur Semakin Besar

Jembatan Mahakam memiliki panjang 400 meter, lebar 10 meter, dan tinggi sekitar 5 meter di atas permukaan aspal. Juga dilengkapi lajur pedestrian di dua sisi. Sayangnya, jembatan dirancang hanya untuk dilewati kapal berukuran kecil. Sehingga jembatan yang diresmikan oleh Presiden Soeharto itu kerap kali “tersenggol” ponton batu bara. Apalagi,, kondisi jembatan juga tak mampu mengimbangi mobilitas kendaraan yang melintas.

Dari tahun ke tahun, pertumbuhan kendaraan di Kaltim, khususnya Samarinda terus mengalami lonjakan drastis. Berdasarkan catatan dari Kantor Samsat Polresta Samarinda, rata-rata ada 4 ribu kendaraan baru di Kota Tepian setiap bulan. Pertumbuhan yang sangat pesat tersebut jadi ancaman karena tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan. Meskipun sebelumnya sudah dibangun Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Jembatan Mahkota II, dan Jalan Ring Road I-III.

Jembatan Mahakam IV adalah solusi macet di Jembatan Mahakam saat ini. Dirancang sedemikian rupa agar bebas hambatan dari berbagai sisi. Baik Samarinda Kota ke Samarinda Seberang maupun arah sebaliknya yang menggunakan jembatan lama.

Baca juga:  LSM Lingkungan Sebut Proyek Pemindahan Ibu Kota Negara Untungkan Oligarki, Berikut Nama-Namanya

Usia konstruksi Jembatan Mahakam IV diprediksi mampu bertahan hingga 100 tahun. Begitu pula untuk urusan keamanan. Jembatan dirancang punya kolong yang lebih lebar agar mudah dilalui dan terhindar dari senggolan ponton batu bara yang kerap melintas. Pasalnya, Jembatan Mahakam yang berdiri saat ini hanya memiliki lebar 100 meter.

Adapun skema lalulintas, jika mengacu rancangan awal, maka di sepanjang penyeberangan Samarinda Kota-Samarinda Seberang, tidak ada persimpangan. Juga tidak ada traffic light. Begitu pula dengan jalan pendekat yang dirancang berbentuk flyover. Lebar jalan di sisi Samarinda Kota maupun Samarinda Seberang dimaksimalkan hingga mencapai 10,75-12 meter. Pelebaran ini efektif mengurai tumpukan kendaraan yang selama ini terjadi di area Jembatan Mahakam. Khusus di Jembatan Mahakam IV, antara jalur mobil dan kendaraan roda dua juga dipisahkan.

Skema rakayasa lalulintas ini dipastikan membuat perlintasan di Jembatan Mahakam maupun Jembatan Mahakam IV bebas hambatan.

Masih ada titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan, yakni di simpang tiga Jalan Untung Suropati-Ir Sutami-Slamet Riyadi. Perlu pelebaran jalan di persimpangan tersebut dengan membebaskan lahan milik swasta.

Beberapa tahun lalu sempat ada rencana untuk membebaskan lahan di samping Nuansa Elektronik untuk membuat bundaran. Namun hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari pemerintah.

[TOS]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close