PEMKAB BERAU

Tangani Karhutla di Teluk Bayur, Pemkab Berau Kerahkan Personel hingga Rangkul Perusahaan

Kaltim Today
18 Agustus 2026 18:19
Tangani Karhutla di Teluk Bayur, Pemkab Berau Kerahkan Personel hingga Rangkul Perusahaan
Bupati Berau Sri Juniarsih bersama jajaran Forkopimda memantau penanganan karhutla di Labanan, Selasa (18/8/2026).

BERAU, Kaltimtoday.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah titik di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, khususnya di kawasan Labanan, Kecamatan Teluk Bayur. Meluasnya kobaran api menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Berau yang dipimpin langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Selasa (18/8/2026).

"Unsur Forkopimda hari ini terjun langsung ke lokasi karhutla. Kami menilai kondisi panas El Nino yang dibarengi dengan wilayah berhutan lebat seperti Berau sangat berisiko memicu kebakaran," kata Sri Juniarsih di lokasi.

Sri Juniarsih menjelaskan bahwa armada pemadam kebakaran di daerahnya sebenarnya telah mencakup seluruh kecamatan. Namun, sebaran titik api yang kian meluas membuat unit yang tersedia tidak mampu menjangkau dan mengendalikan seluruh area secara bersamaan.

Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di lapangan juga menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman, kendati penanganan telah melibatkan personel gabungan daerah, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), serta unsur TNI dan Polri.

"Kalau titik apinya sangat besar seperti sekarang, kita tidak bisa menyelesaikan itu semua sendiri," ujar Sri Juniarsih.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau segera memanggil seluruh pimpinan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Berau, khususnya yang berada dekat dengan titik kebakaran, untuk dilibatkan dalam penanganan karhutla.

Selain penguatan armada dan personel, Pemkab Berau juga menyiapkan ikhtiar spiritual dengan menggelar salat meminta hujan.

"Paling tidak malam ini kami panggil sejumlah perusahaan. Besoknya, Rabu (19/8/2026), kita akan menggelar salat Istisqa untuk berdoa kepada Allah SWT agar Berau segera diturunkan hujan," ungkapnya.

Saat ini, upaya penanganan di lapangan masih terus dioptimalkan secara terpadu dengan mengerahkan seluruh personel dan sarana pemadaman guna mengisolasi api agar tidak merambat ke kawasan lain.

Bupati Berau juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membersihkan maupun membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.

"Saya menekankan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena saat ini kondisi semuanya kering dan api akan sangat cepat menjalar ke mana-mana," tegas Sri Juniarsih.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU | TOS]



Berita Lainnya