Daerah

Kaltim Masih Defisit 222 Ribu Ton Beras, Pemprov Genjot Optimalisasi Lahan 2026

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 12 Januari 2026 16:27
Kaltim Masih Defisit 222 Ribu Ton Beras, Pemprov Genjot Optimalisasi Lahan 2026
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan kemandirian pangan. Hingga saat ini, Kaltim tercatat masih mengalami defisit sekitar 222 ribu ton.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan mengatakan defisit tersebut menunjukkan upaya kemandirian pangan masih dalam tahap proses. 

"Produksi beras kita tahun 2025 kemarin, mencapai 177 ribu ton. Sedangkan kebutuhan beras di Kaltim itu sekitar 400 ribu ton. Jadi masih ada defisit 222 ribu ton," tuturnya pada Senin (12/1/2026).

Kondisi tersebut mendorong Pemprov Kaltim melakukan optimalisasi lahan sebagai langkah strategis menutup defisit beras. Pada 2025, optimalisasi lahan telah dilakukan pada sekitar 13.900 hektare untuk meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali panen menjadi dua kali panen dalam setahun. 

"Optimalisasi lahan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui dukungan APBN. Sepanjang 2025, target optimalisasi lahan di Kaltim mencapai 13.974 hektare," tuturnya.

Kegiatan optimalisasi lahan dilaksanakan di Samarinda, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Program ini melibatkan brigade pangan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. 

"Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan benih padi, pestisida, serta sarana dan prasarana pertanian untuk mendukung peningkatan produksi padi," pungkasnya.

Untuk 2026, tindak lanjut dari optimalisasi lahan difokuskan pada perbaikan jaringan irigasi tersier. Fahmi berharap, optimalisasi lahan tahun ini bisa berjalan baik dan meningkatkan luas tambah tanam padi.

"Rata-rata setiap hektare lahan diharapkan mampu menghasilkan sekitar 4,3 ton gabah. Angka tersebut menjadi acuan dalam upaya menekan defisit beras dan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya