Balikpapan

Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Dinas Kesehatan Tegaskan Balikpapan Belum Ditemukan Varian Delta

Kaltimtoday.co, Balikpapan – Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty menegaskan, virus varian Delta belum ada di Kota Minyak. Terlebih temuan mengenai varian baru virus corona itu harus melalui serangkaian proses uji klinis panjang. Setidaknya satu minggu.

Langkahnya antara lain pengambilan spesimen pada kelompok tertentu dengan sejumlah kriteria yang telah disyaratkan. Saat ini Satgas Covid-19 Balikpapan juga mulai mengambil spesimen pada kelompok yang memiliki CT-nya di bawah 25.

Baca juga:  Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan Terus Meningkat, Tambah 9 Pasien Dalam Sehari

CT atau Cycle Threshold merupakan value atau nilai yang menunjukkan estimasi jumlah virus di dalam sampel spesimen.

“Jadi orang PCR, kami lihat dulu, ini klaster muncul kami lihat CT nya. Jadi tidak semua orang diambil sampelnya,” kata Andi Sri Juliarty, Minggu (5/7/21).

Baca juga:  Gelar Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, KPU Balikpapan Usulkan Tambahan Anggaran Rp 13,5 Miliar

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan mencurigai adanya varian Delta yang sudah masuk ke Kota Minyak. Kecurigaan tersebut muncul lantaran lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Minyak melonjak tajam.

Pemkot Balikpapan terus melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal untuk menekan lonjakan kasus positif.

Namun, menurut Dio, sapaannya, sampai saat ini belum ada sampel pasien Covid-19 yang memenuhi syarat. Atau pembuktian pasien yang dikategorikan telah terdeteksi terpapar jenis virus Covid-19 varian baru.

Baca juga:  Asap Pekat Kilang Minyak di Balikpapan, Ini Penjelasan PT Pertamina

“Dan di Balikpapan belum ada yang menjurus ke syarat sasaran. Ada, tapi maksudnya kami belum lakukan,” katanya.

Uji klinis yang dimaksud, memerlukan fasilitas penunjang yang tidak dimiliki oleh pusat layanan kesehatan di daerah.

Sehingga setiap sampel yang diambil juga harus dikirim ke laboratorium pusat untuk diuji di sana. Adapun pasien Covid-19 di Balikpapan yang sampelnya sudah diambil yakni berkisar 12 orang.

Baca juga:  Tidak Punya Riwayat Keluar Kota, Satu Pasien PDP Corona di Balikpapan Meninggal Dunia

“Kalau ada kelompok yang dicurigai maka akan kami tes dan kirim ke Litbangkes,” sebut Dio.

Adapun syarat lain yang menjadi dasar uji klinis terkait varian D, misalnya pada kelompok orang yang sudah pernah positif kemudian positif lagi.

“Itu masuk jadi syarat sasaran yang harus dites mutasi. Atau kelompok orang yang sudah divaksin dua kali, tiba-tiba banyak yang positif,” pungkasnya.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close