Bontang

Korban Kebakaran Bisa Diusulkan Bantuan Pembangunan Rumah

Kaltimtoday.co, Bontang – Harta yang tak bisa diselamatkan saat terjadi musibah kebakaran yakni rumah. Ketika dinding rumah terbakar, maka seluruh isi rumah pun ikut hangus dilalap api. Korban yang sebelumnya memiliki tempat untuk berteduh, kini terlantar dan harus menumpang di rumah saudara atau kerabat.

Musibah kebakaran, bisa dikatakan sering di Kota Bontang. Makanya, kebakaran menjadi salah satu bencana yang rawan di Bontang.

Baca juga:  Dissos-PM Bontang Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Kebakaran dari Kemensos

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) Kota Bontang mengatakan pihak kelurahan dan kecamatan bisa menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah untuk membantu pembangunan masyarakat korban kebakaran.

“Seperti saat kejadian musibah kebakaran di Berbas Pantai, minimal ada dana stimulan untuk membangun, walaupun tidak akan terbangun 100 persen,” jelas pria yang disapa Safa ini.

Adapun jumlah kepala keluarga (KK) yang menjadi korban amukkan si jago merah yakni sebanyak 23 KK. Jumlah tersebut dinilai Safa cukup banyak. Mengingat permukiman padat penduduk tersebut rata-rata bangunannya bermaterial kayu, sehingga api lebih mudah menyebar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.

Baca juga:  Bontang Berduka, Puluhan Rumah Terbakar, Dissos-PM Serahkan Bantuan Makanan untuk Korban

“Kami sediakan rumah singgah juga jika ada korban yang tidak memiliki keluarga atau kerabat untuk ditumpangi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan pada Rabu (12/8/2020) dini hari terjadi kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah. Jumlah korban sebanyak 22 KK, 101 jiwa. Mereka tak sempat menyelamatkan harta bendanya lantaran api yang sangat cepat menyebar. Hingga berita ini diturunkan, banyak bantuan yang diterima di Posko Korban Kebakaran. Mulai dari bantuan makanan, baju, sembako, uang tunai, dan lainnya.

[RIR | RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker