Bontang

Kurun Waktu 10 Tahun, Bontang Wujudkan Smart City

Kaltim Today
03 September 2019 16:49
Kurun Waktu 10 Tahun, Bontang Wujudkan Smart City
BIMTEK MASTERPLAN KETIGA: Para peserta bimtek menyimak paparan dari narasumber yang berasal dari Kemenkominfo. (Mega/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Bontang – Dalam jangka waktu 10 tahun, Bontang sudah bisa mewujudkan Smart City sesuai dengan masterplan yang sedang disusun dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart City Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program, pada Senin (2/9/2019).

Konsultan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang juga Founder dan CEO Citiasiainc Farid Subkhan menuturkan, Bimtek Smart City sudah berlangsung selama dua kali, sehingga pertemuan pada Senin ini merupakan bimtek ketiga kalinya. Pada bimtek ketiga ini, kata dia lebih banyak memperbaiki, menambah, dan mempertajam dari hasil bimtek 1-2.

“Bimtek pertama menyusun visi misi, menyusun strategi rencana aksi untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” jelas Farid, di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Senin (2/9/2019).

Dibeberkannya, untuk jangka pendek 2020, jangka menengah 2021-2024, dan jangka panjang 2025-2029 dalam konteks mewujudkan visi misi Smart City Kota Bontang, dalam hal ini mewujudkan Bontang yang sejahtera, humanis, dan inovatif secara berkelanjutan. Pada bimtek ketiga ini juga mewujudkan visi kerja kegiatan selama jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Harapannya, masterplan itu benar-benar ada roadmap atau peta jalannya menuju Bontang sejahtera, humanis, dan inovatif,” ujarnya.

Hasil roadmap pada bimtek ketiga juga sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Tetapi ada masukan lagi, dan masih terus dilanjutkan untuk menambah program kerja. Selasa (3/9/2019) besok, pihaknya akan mempertajam quick win program.

“Ada tiga yakni aplikasi smart city baik untuk birokrasi dan masyarakat, aplikasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan kampung masyarakat sadar lingkungan. Besok akan kami bedah, dan pertajam lagi,” ungkapnya.

Bimtek, lanjut Farid akan selesai awal Oktober sehingga bisa langsung dibuat peraturan daerah (Perda) untuk menjamin masterplan dijalankan seluruh OPD. Meski, dikatakan Farid, banyak peserta bimtek yang mengkritisi bagaimana mencari pendanaan alternatif. Padahal, adanya Smart City ini membuat daerah lebih inovatif tanpa mengandalkan anggaran APBD. Bisa berupa public privat partnership yang secara regulasi dibolehkan, atau melalui CSR, dan sarana multiinfrastruktur.

“Apapun bisa diwujudkan kalau punya kemauan. Saya berharap Bontang sebagai kawasan industri strategis nasional maka harus go international,” harapnya.

“Sesuai roadmap, maka bisa diwujudkan Bontang Smart City selama 10 tahun, dan semua OPD harus mendorong mewujudkannya,” pungkasnya.

[RIR | RWT| ADV]



Berita Lainnya