Daerah

Lingkungan Terjaga, Pekerja Terlindungi, Pesan Bupati Kukar di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Supri Yadha — Kaltim Today 04 Juni 2026 18:27
Lingkungan Terjaga, Pekerja Terlindungi, Pesan Bupati Kukar di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat menghadiri penanaman pohon dan peresmian kantor desa  persiapan Sungai Payang Ilir. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengikuti kegiatan penanaman pohon di Desa Sungai Payang Ilir, Kecamatan Loa Kulu, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut digelar PT Multi Harapan Utama (MHU) sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan. 

Peringatan tahunan tersebut juga dirangkai dengan peresmian Kantor Desa Persiapan Sungai Payang Ilir yang dibangun melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan bersama mitra kerja. 

Bupati Kukar, Aulia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.

Ia menilai keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari kontribusinya terhadap perekonomian, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“MHU sebagai entitas badan usaha yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya di Kecamatan Loa Kulu, telah memberikan banyak kontribusi bagi pembangunan di daerah ini,” kata Aulia.

Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aulia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kualitas lingkungan agar tetap lestari. Menurutnya, upaya pelestarian alam harus menjadi perhatian bersama, terutama di daerah yang memiliki aktivitas pertambangan cukup tinggi.

Ia berharap kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lahan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Karena ketika kita berbicara tentang lingkungan, tentu kita ingin apa yang ada hari ini dapat diwariskan kepada anak cucu kita di masa mendatang,” katanya.

Selain menyoroti isu lingkungan, Aulia juga menyinggung kondisi sektor pertambangan yang saat ini menghadapi berbagai tantangan. Di tengah kekhawatiran terhadap potensi pengurangan tenaga kerja di sejumlah perusahaan, ia mengaku sempat berdiskusi dengan jajaran manajemen MHU mengenai kondisi operasional perusahaan.

Dari hasil pembicaraan tersebut, Aulia memperoleh informasi bahwa perusahaan masih berupaya mempertahankan tenaga kerja yang ada. Kabar itu dinilai cukup melegakan mengingat sektor pertambangan masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Kukar.

“Saya tadi bertanya terkait RKAB dan kondisi karyawan. Alhamdulillah disampaikan bahwa Insya Allah tidak ada pengurangan karyawan di MHU. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat,” ucap Aulia.

Ia menyebutkan, belakangan ini menerima cukup banyak laporan terkait pengurangan tenaga kerja di sektor pertambangan. Karena itu, ia berharap perusahaan dapat mengedepankan berbagai alternatif sebelum mengambil keputusan melakukan pemutusan hubungan kerja.

“Saya titip pesan agar pengurangan karyawan benar-benar menjadi opsi terakhir. Sebisa mungkin karyawan yang ada saat ini tetap dipertahankan,” harapnya.

Ia menambahkan, apabila kondisi usaha memaksa perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja, maka pekerja terdampak perlu dibekali keterampilan dan akses pemberdayaan ekonomi agar tetap memiliki peluang usaha setelah tidak lagi bekerja di sektor tambang. 

“Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah bertambahnya angka pengangguran terbuka di Kukar,” tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya