Samarinda

Manfaatkan Eksistensi Rempah, Yava Perkenalkan Bawang Tiwai dengan Penyajian Berbeda

Kaltim Today
28 Oktober 2021 18:30
Manfaatkan Eksistensi Rempah, Yava Perkenalkan Bawang Tiwai dengan Penyajian Berbeda
Teh bawang tiwai jadi salah satu produk yang ingin ditonjolkan oleh Yava di Rempah Sakti. (Istimewa).

Kaltimtoday.co, Samarinda - Di tengah pandemi yang belum usai, mengkonsumsi minuman herbal bisa jadi pilihan. Salah satunya dengan Rempah Sakti milik Yava Nadhir. Kepada Kaltimtoday.co dan Dinas Perindustrian (Disperin) Samarinda, Yava berbagi cerita mengenai perjalanan Rempah Sakti.

Semua bermula pada Februari 2017. Kala itu, ada lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat dasawisma Samarinda. Kemudian ada pendampingan dan bantuan dari salah satu instansi untuk tanaman toga dan bibit-bibit tanaman. Harapannya, melalui tanaman itu bisa dihasilkan sebagai makanan atau minuman.

"Waktu itu bingung mau bikin apa. Kalau jahe kan sudah banyak orang bikin. Kebetulan, keluarga saya punya minuman khas jamu rempah kemangi. Sudah turun-temurun," ungkap Yava.

Akhirnya tanaman-tanaman potensial itu dimanfaatkan dan mendapat respons yang bagus. Lalu, selama 3 bulan Yava mulai berpikir untuk mengembangkan minuman rempahnya. Kemudian coba mencari-cari resep untuk membuat jamu instan dan ditemukanlah standar resepnya.

"Dari situ, saya kembangin ke teh tiwai untuk mengangkat produk khas Kaltim. Selama ini, bawang tiwai hanya dibuat teh celup saja. Jadi saya olah instan. Penyajiannya lebih cepat, tinggal diseduh air panas. Saya juga bikin yang cair, jadi langsung minum," lanjut Yava.

Rempah kemangi juga jadi unggulan karena datang dari resep keluarga. (Istimewa).
Rempah kemangi juga jadi unggulan karena datang dari resep keluarga. (Istimewa).

Produknya pun makin berkembang ke jahe merah dan rosella. Semua tetap dicampur dengan rempah pilihan seperti cengkeh, kayu manis, serai, bunga lawang, dan kapulaga. Penambahan rempah itu makin menambah citra khas dari produk Yava.

Respons bagus terkait minuman rempahnya datang dari berbagai pihak. Akhirnya, setiap Yava menghadiri suatu pertemuan atau kegiatan, dirinya suka membagikan produk Rempah Sakti dan menawarkan ke beberapa teman.

Selama ini, penjualan dilakukan Yava melalui online. Pembelinya pun datang dari berbagai daerah. Mulai Irian, Medan, Bandung, Jogjakarta, dan Jakarta. Bahkan sudah sampai ke luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Nantinya juga akan segera dikirim ke India.

"Masih menunggu sertifikasi halal. Bulan ini audit. Sekarang yang sudah ada sertifikasi halal baru rempah kemangi. Lainnya masih proses," lanjut Yava.

Jika berminat mencoba minuman dari Rempah Sakti, produk sudah bisa ditemukan di beberapa swalayan pada bulan depan. Yakni Planet Swalayan, Indogrosir yang juga akan disebar ke Indomaret se-Kaltim, dan Lotte Mart.

Yava menjelaskan untuk produk celup ada 4 macam, terdiri atas rempah kemangi, rosella, jahe merah, dan teh tiwai. Produk instan ada 3 macam yakni jahe merah, teh tiwai, dan rempah kemangi. Sedangkan produk cair baru tersedia untuk rempah kemangi dan teh tiwai.

"Saat PPKM kemarin, jahe celup itu paling laku dan diminati. Tapi makin kesini mulai merata. Terakhir ini banyak yang beli teh tiwai dan rempah kemangi. Banyak yang merasakan manfaatnya," tambahnya lagi.

Seluruh harga produk Rempah Sakti adalah Rp25 ribu. Produk celup berisi 15 kantong dengan berat 45 gram. Sedangkan produk instannya memiliki berat 100, 250, dan 500 gram. 250 gram dibanderol seharga Rp60 ribu dan kemasan 500 gram seharga Rp110 ribu.

Produk Rempah Sakti makin berkembang. Dalam waktu dekat, ekspor keluar negeri akan segera dilakukan. Rempah kemangi diakuinya sebagai produk unggulan. Selain itu, dirinya juga ingin mengangkat eksistensi bawang tiwai yang dijadikan produk instan. Agar berbeda dibanding tempat lain.

Yava juga merasa terbantu dengan kehadiran Disperin Samarinda. Selalu mendukung Rempah Sakti. Kemudian difasilitasi untuk mengikuti pelatihan, bazar, dan pameran. Termasuk mendapat bantuan alat untuk mengatur kemasan.

Ke depan, Yava berharap produknya bisa berkembang sampai nasional dan bisa segera ekspor ke luar negeri. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai penghasil rempah yang besar. Termasuk menonjolkan bawang tiwai karena belum banyak orang, khususnya mereka yang tinggal di Jawa tahu ada bawang tersebut.

Jika berminat sekarang juga, Anda bisa langsung menghubungi nomor 085252100191, Instagram @rempahsakti_id atau mengunjungi laman Facebook Rempah SAKTI. Stok selalu siap pula jika ingin langsung mengambil ke rumah yang beralamat di Perumahan Bukit Temindung Indah, blok BW Nomor 19, RT 26, Samarinda.

[YMD | NON | ADV DINAS PERINDUSTRIAN]



Berita Lainnya