Samarinda

Masalah Stunting di Kaltim Harus Diprioritaskan, Puskesmas Diharapkan Gelar Pembinaan di Lingkungan Sekitar

Kaltimtoday.co, Samarinda – Stunting lazim dikenal akibat terjadinya gizi buruk atau kekurangan gizi kronis. Biasanya menyerang balita dan ditandai dengan tubuh yang cenderung pendek. Demi mencegah terjadinya stunting, maka bisa dengan memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil dan juga balita sehingga tumbuh kembangnya tetap terjaga.

Di Kaltim sendiri, stunting pun terjadi. Contohnya pada 2019 lalu, Kukar menempati posisi tertinggi dengan kasus stunting di Kaltim. Mencapai 2.840 kasus. Komisi IV DPRD Kaltim pun turut menaruh perhatian pada stunting. Disampaikan oleh Fitri Maisyaroh, anggota Komisi IV bahwa, selain permasalahan Covid-19, perlu pula untuk memprioritaskan permasalahan stunting pada anak. Hal tersebut juga telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim agar stunting tetap jadi prioritas.

Baca juga:  Jalan Panjang Ely Hartati Rasyid Menuju Karang Paci, Terinspirasi dari Sang Suami

“Keluhan-keluhan tim dari Dinkes sendiri yang menyebutkan bahwa memang masih membutuhkan tenaga-tenaga medis. Seperti di Puskesmas, khususnya di daerah-daerah yang lumayan jauh dari pusat kota,” ungkap Fitri beberapa waktu lalu.

Menurut Fitri, sebenarnya masalah kesehatan itu tidak hanya identik dengan mengobati orang sakit. Namun, edukasi kepada masyarakat tentang hidup sehat itu tak kalah krusialnya. Oleh sebab itu, Dinkes Kaltim mengharapkan peran tersebut ada di puskesmas-puskesmas yang tersebar di berbagai daerah di Kaltim dan dibarengi dengan tenaga medis yang memadai.

“Jadi memang permasalahan medis yang merata di Kaltim ini menjadi 1 PR yang harus diselesaikan. Soal stunting ini sosialisasinya harus kita tingkatkan lagi. Kuncinya ada di puskesmas,” lanjutnya.

Baca juga:  Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19, Puji Setyowati: Siswa Wajib Bawa Bekal Sendiri

Puskesmas diharapkan akan melakukan pembinaan kepada posyandu-posyandu yang tersebar di berbagai lingkungan RT sekitar. Melalui upaya seperti itu lah, Fitri meyakini bahwa permasalahan stunting bisa diminimalisasi. Sekaligus menumbuhkan budaya bahwa hidup sehat seseorang itu berawal dari bagaimana menyehatkan anak-anak di lingkungan keluarga.

“Mudah-mudahan masalah stunting ini bisa kita atasi bersama,” tandas politisi dari Fraksi PKS itu.

[YMD | RWT | ADV DPRD KALTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close