Kukar

Media Gathering, Diskominfo Kukar Ajak Jurnalis Eksplore Desa Budaya Lekaq Kidau

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (Kabid PKP), Ahmad Rianto mengajak sekitar 20 awak media dalam rangka “Gathering Jurnalis” di Desa Budaya Lekaq Kidau di Kecamatan Sebulu, Kukar pada Sabtu (07/11/2020).

Sekitar jam 7 pagi, awak media mulai terlihat berdatangan di titik kumpul yang sebelumnya telah ditentukan Kabid PKP Diskominfo Kukar yakni lokasi pelabuhan depan Museum Mulawarman, Tenggarong.

Baca juga:  "Kukar Pintar" Bantu Pembelajaran Siswa SMP di Kukar

Ketika waktu sudah mendekati jam 8, selanjutnya Event Organizer (EO) gathering mengarahkan rombongan untuk bersiap-siap.

“Sebentar lagi kita akan berangkat, periksa barang-barang kalian jangan sampai ada yang ketinggalan. Tetapi sebelum berangkat kita kumpul dulu dengar arahan dari Kabid PKP, Ahmad Rianto” seru EO, Amir sapaan akrabnya.

Mendengar arahan tersebut, seluruh awak media bersiap-siap dan kumpul mendengar arahan dan maksud tujuan gathering jurnalis di Desa Budaya Lekaq Kidau dari Rianto.

“Selamat pagi semua, hari ini kita akan gathering jurnalis di Desa Budaya Lekaq Kidau. Desa ini, penduduknya rata-rata Dayak Kenya Lepoq Bem jadi dengan adanya kegiatan ini harapanya teman-teman jurnalis bisa menginformasikan dan memperkenalkan budaya di sini,” ujar Rianto sapaan akrabnya saat memberi arahan kepada awak media.

Kemudian, tepat pukul 08.10 WITA rombongan gathering jurnalis masuk ke kapal Queen Orcha Houseboat yakni kapal wisata yang melayani perjalanan ke wilayah hulu Sungai Mahakam yang dikelola putra daerah.

Perjalanan menggunakan kapal wisata dari Tenggarong menuju desa tersebut membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 6 jam, sebab sampai di Desa Budaya Lekaq Kidau jam 14.00 wita.

Meskipun perjalanan butuh lama tetapi rasa lelah tidak terasa sedikit pun, sebab sepanjang berlayar di Sungai Mahakam para awak media menikmati pemandangan keasrian desa dari jarak jauh.

Selain itu, kapal wisata juga menyediakan tempat santai yang paling digemari awak media sebagai wadah berdiskusi santai serta bertukar informasi.

Baca juga:  DPRD Kukar Dukung Pembangunan Akademi Vokasi Pertanian

Sepanjang Sungai Mahakam, terdapat beberapa desa yang masyarakatnya memanfaatkan sungai untuk memelihara ikan di keramba. Ada juga daratan di tengah sungai yang ditumbuhi pepohonan besar mirip seperti Pulau Kumala.

Setelah menempuh 6 jam perjalanan akhirnya kapal bersandar di pelabuhan kecil di desa tersebut. Kemudian rombongan disambut hangat oleh ketua adat Dayak Kenyah dan masyarakat di sana.

Rombongan diarahkan ke rumah Lamin Dayak yang sebelumnya disediakan pihak desa setempat sebagai wadah menggali sejarah dan budaya di sana.

[SUP | RWT | ADV DISKOMINFO]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close