Daerah

Musim Kemarau Picu ISPA di Kaltim, Warga Diminta Waspadai Debu

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 28 Agustus 2026 14:24
Musim Kemarau Picu ISPA di Kaltim, Warga Diminta Waspadai Debu
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin. (Istimewa) 

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah kabupaten/kota seiring kondisi kemarau yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, peningkatan kasus ISPA saat ini berkisar 10-20 persen. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi cuaca kering yang membuat debu lebih mudah beterbangan.

“Kalau kenaikannya mungkin belum signifikan, masih sekitar antara 10-20 persen,” ungkap Jaya.

Berdasarkan data Dinkes Kaltim sejak Januari, sejumlah daerah mencatat kasus ISPA cukup tinggi. Kota Balikpapan tercatat sebanyak 66.468 kasus, disusul Samarinda 48.230 kasus, Kutai Kartanegara (Kukar) 29.153 kasus, dan Kutai Barat (Kubar) 7.562 kasus.

Jaya menjelaskan, kondisi kemarau menyebabkan tingkat kekeringan meningkat. Ditambah dengan angin yang cukup kencang, debu menjadi lebih mudah tersebar dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan masyarakat.

“Ya kan ada debu, banyak kan debu. Karena ini kan anginnya juga banyak, jadi debu,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok usia anak menjadi salah satu kelompok yang terdampak kasus ISPA. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan debu dan potensi gangguan saluran pernapasan.

Imbauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak kesehatan akibat kondisi cuaca kering yang terjadi di Kaltim.

[RWT]



Berita Lainnya