Daerah
Optimalkan Reklamasi Lahan Tambang, Kaltim Target Swasembada Pangan Tahun 2026
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemanfaatan lahan pasca tambang untuk lumbung pangan menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna meningkatkan ketahanan pangan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pangan, Ketahanan Pangan, dan Hortikultura Kaltim, Siti Farisyah Yana, yang memaparkan sejumlah program kerja dan capaian Perangkat Daerah dalam agenda Jumpa Pers oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim di Crystal Ballroom, Hotel Mercure, Samarinda, Senin (23/12/2024).
Yana menjelaskan bahwa reklamasi tambang dapat dimanfaatkan untuk menjadi lahan pertanian yang baik, sekaligus pemanfaatannya dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Reklamasi ini juga tentunya dapat memperbaiki ekosistem lingkungan disamping pemanfaatannya untuk pertanian.
"Lahan tambang memiliki peluang besar untuk budidaya pertanian. Yang utama adalah menjaga ekosistem dan mengembalikan kesuburan tanah melalui tanaman," jelasnya.
Tanaman dengan perakaran panjang dan berkambium cocok untuk lahan reklamasi. Tanaman ini dinilai mampu memperbaiki struktur tanah sekaligus menjaga sirkulasi air, sehingga mendukung produktivitas lahan untuk persiapan pangan Kaltim.
Dalam persiapan lumbung pangan untuk mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN), Yana menekankan produksi bahan pangan lokal seperti sayur-sayuran segar sangat diperlukan oleh daerah lokal. Produksi ini dianggap lebih efisien dibandingkan mendatangkan bahan pangan dari luar daerah.
"Sayuran segar harus bisa dihasilkan secara mandiri di Kaltim. Sehingga tidak lagi bergantung dari luar daerah," katanya.
Selain itu, Pemerintah menargetkan swasembada pangan di Kaltim pada tahun 2026, namun terdapat tantangan yang harus dihadapi, seperti kondisi kualitas tanah yang kurang baik. Pengelolaan tanah ini membutuhkan perlakuan khusus, termasuk penggunaan pupuk organik berkualitas tinggi yang harganya relatif mahal.
"Tanah di sini memerlukan perlakuan khusus. Kesegaran bahan pangan sangat bergantung pada kualitas tanah, yang sayangnya cukup menantang untuk dikelola," pungkasnya.
Related Posts
- Bangkai KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter, 129 Korban Masih Dicari Basarnas
- Orang Kaltim Lagi Sakit Hati
- Jadwal Bioskop Trans TV 14–20 September 2026: Creed III dan The Bayou Siap Tayang Perdana
- Peluang Maju sebagai Bacalon Kepala Daerah Kukar Terbuka, Hamas: Tergantung Tingkat Elektabilitas
- Suahasil Nazara Resmi Ditunjuk Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa









