Daerah

Pemkot Samarinda Mulai Bersihkan Pasar Segiri Pasca Kebakaran, Siapkan Aturan Baru Soal Pelarangan Aktivitas Domestik di dalam Pasar

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 27 Maret 2026 22:12
Pemkot Samarinda Mulai Bersihkan Pasar Segiri Pasca Kebakaran, Siapkan Aturan Baru Soal Pelarangan Aktivitas Domestik di dalam Pasar
Kegiatan pembersihan reruntuhan bangunan pasca insiden kebakaran Pasar Segiri oleh tim gabungan. (Nindi/Kaltimtoday.co) 

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda mulai bergerak melakukan pemulihan pasca kebakaran yang melanda kawasan Pasar Segiri pada Kamis lalu. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas distribusi pangan di wilayah Samarinda dan sekitarnya tidak terganggu berkepanjangan.

Sejak Jumat (27/3/2026) pagi, proses pembersihan puing-puing sisa kebakaran mulai digenjot dengan target penyelesaian dalam waktu singkat. Percepatan ini menjadi prioritas utama mengingat peran strategis Pasar Segiri sebagai pusat grosir yang memasok kebutuhan pokok selama 24 jam bagi warga Kalimantan Timur.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas, menegaskan bahwa seluruh instansi terkait telah diinstruksikan untuk berkolaborasi secara intensif di lapangan. Penanganan dampak kebakaran ini dilakukan secara paralel, mulai dari pembersihan lokasi hingga pembahasan teknis mengenai ketersediaan anggaran pembanguna.

Sinergi antarinstansi seperti Dinas Perdagangan, DLH, BPBD, PUPR, dan pemadam kebakaran menjadi kunci agar aktivitas ekonomi di pasar induk tersebut dapat segera pulih.

"Jadi sesuai dengan instruksi Pak Wali bahwa ini minimal 1-2 hari harus sudah bersih," ujar Marnabas saat memantau langsung kondisi di lapangan. 

Ia menjelaskan bahwa kecepatan penanganan sangat krusial untuk mencegah terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar. Fakta bahwa sekitar 80 persen pasokan komoditas di Pasar Segiri didatangkan dari luar daerah menjadikan pasar ini sebagai indikator penting dalam menjaga angka inflasi daerah.

"Kita khawatir nanti kalau ini lambat prosesnya akan terjadi inflasi," tuturnya menekankan urgensi pemulihan tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah kota menargetkan proses pembersihan dapat rampung sesegera mungkin agar pihak PUPR bisa langsung merencanakan pembangunan fisik kembali.

Rencananya, bangunan baru yang akan didirikan bersifat semi permanen dengan menggunakan konstruksi baja ringan untuk efisiensi waktu. Marnabas memastikan bahwa meskipun pembangunannya bersifat semi permanen, aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan utama.

Pembangunan ini mencakup penyediaan atap dan sekat kios agar pedagang grosir cabai, bawang, dan sayuran dapat kembali beraktivitas dengan layak. Pemerintah optimis proses rekonstruksi ini tidak akan memakan waktu lama dan bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan.

"Baja ringan kalau dengan konstruksi biasa tentu juga memperhatikan keamanan kan. Saya kira semua kalau sinergi seperti ini, lancar ini," katanya.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Dinas Perdagangan saat ini tengah melakukan pendataan ulang terhadap 56 pedagang yang terdampak langsung guna menjamin akurasi data di lapangan. 

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik atau bias saat pembagian lapak nantinya. Ke depan, pemerintah akan memberlakukan aturan yang lebih ketat terkait pemanfaatan ruang di area Pasar Segiri. 

Area pasar nantinya hanya diperbolehkan untuk aktivitas jual beli dan dilarang keras digunakan sebagai tempat tinggal atau tempat memasak bagi para pedagang. Larangan ini diberlakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko kebakaran yang sering kali dipicu oleh aktivitas domestik di dalam pasar.

"Nanti ke depan ini tidak boleh lagi ada bertempat tinggal di sini, masak-masak di sini. Karena itu akan berpotensi untuk kerawanan," tegas Marnabas terkait kebijakan baru tersebut. 

Selain itu, pemerintah juga tengah mengevaluasi kelaikan teknis dari 25 unit ruko yang ada di sekitar lokasi kebakaran. Jika hasil kajian PUPR menunjukkan bangunan tersebut sudah tidak layak secara struktur, maka pembongkaran akan dilakukan demi menjamin keselamatan publik.

Fokus utama pemerintah daerah saat ini tetap pada penyediaan sarana perdagangan yang memadai agar roda ekonomi masyarakat segera berputar kembali. Prioritas utama adalah memastikan pedagang bisa secepatnya mencari nafkah tanpa harus menunggu bantuan atau santunan yang bersifat konsumtif. 

Dengan berfungsinya kembali pasar induk ini, distribusi pangan diharapkan kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil.

"Kami masih fokus dulu ke pembangunan sarana. Yang penting mereka cepat berjualan lagi, bisa masukkan uang, dan distribusi pangan di Samarinda bisa lancar," pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya