Nasional

Penjelasan PVMBG Soal Erupsi 6 Gunung di Indonesia yang Hampir Bersamaan: Dapur Magma Masing-Masing

Network — Kaltim Today 03 September 2026 09:22
Penjelasan PVMBG Soal Erupsi 6 Gunung di Indonesia yang Hampir Bersamaan: Dapur Magma Masing-Masing
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi dan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.500 meter pada Senin 31 Agustus 2026. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa fenomena erupsi yang terjadi pada enam gunung api secara hampir bersamaan pada 31 Agustus 2026 merupakan dinamika vulkanik independen dan tidak saling memicu.

Keenam gunung api aktif yang tercatat mengalami erupsi dalam rentang waktu berdekatan tersebut meliputi:

  • Gunung Ibu di Maluku Utara
  • Gunung Semeru di Jawa Timur
  • Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda
  • Gunung Sinabung di Sumatera Utara

Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, menerangkan bahwa posisi geografis Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan 127 gunung api aktif menjadikan erupsi multi-gunung pada hari yang sama sebagai peristiwa yang wajar secara geologis.

"Kalau bahasa sederhananya, dapurnya itu sendiri-sendiri, dan proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya itu juga berbeda-beda. Kami tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan pada 31 Agustus," terang Rita di Kompleks Badan Geologi, Bandung, Rabu (2/9/2026).

Rita juga meluruskan anggapan publik yang kerap mengaitkan gempa tektonik sebagai pemicu langsung erupsi gunung api. Korelasi antara gempa dan peningkatan aktivitas vulkanik harus dibuktikan lewat indikator instrumentil internal, seperti seismisitas dalam, deformasi fisik tubuh gunung, fluktuasi temperatur kawah, serta dinamika emisi gas.

Di tengah rentetan peristiwa vulkanik tersebut, PVMBG secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB. Peningkatan status ini menyusul erupsi eksplosif dengan lontaran kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak kawah.

Otoritas merekomendasikan masyarakat dan wisatawan agar mengosongkan zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta perluasan sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-timur. Warga di bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung juga diminta mewaspadai ancaman banjir lahar hujan.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih bertahan pada Level III (Siaga) sejak Juli 2026 setelah kembali melontarkan abu setinggi 200 meter. Menanggapi kekhawatiran masyarakat pesisir Banten dan Lampung terkait isu tsunami, PVMBG mengimbau warga tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi serta rekomendasi peringatan dini resmi pemerintah. 

[RWT] 



Berita Lainnya