Kaltim

Pintu Gerbang Menuju IKN, PPU Menjadi Wilayah Prioritas Penanganan Stunting

Kaltim Today
19 Desember 2023 13:25
Pintu Gerbang Menuju IKN, PPU Menjadi Wilayah Prioritas Penanganan Stunting
Ilustrasi Program Posyandu dalam Rangka Pencegahan Stunting. (Freepik)

Kaltimtoday.co - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah daerah yang paling dekat dengan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Posisi strategis tersebut semestinya dimanfaatkan dengan optimal oleh PPU sebagai daerah penyangga dan pusat ekonomi baru di sekitar IKN

Upaya ini harus diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas, khususnya dari kalangan masyarakat lokal. Tentu harus memiliki keterampilan (skill) dan intelektualitas untuk dapat bersaing dengan pendatang dari luar daerah. Salah satu langkah kunci dalam persiapan SDM berkualitas adalah dengan memastikan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak daerah berjalan optimal serta mencegah stunting.

Apa Itu Stunting? 

Ilustrasi Seorang Anak Mengukur Tinggi Badan
Ilustrasi Seorang Anak Mengukur Tinggi Badan. (Freepik)

Melansir dari Mengenal Stunting, Penyebab Hingga Cara Pencegahannya – RSUD Dr. R. Soetijono Blora, Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Umumnya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat ketika mereka memasuki usia dua tahun. 

Langkah dan Evaluasi yang Dilakukan Pemerintah untuk Menekan Angka Stunting di Kaltim

Disadur dari laman resmi Diskominfo Kaltim, Pemprov Kaltim melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sedang berfokus pada upaya menurunkan angka stunting di seluruh kabupaten/kota. PPU menjadi salah satu wilayah prioritas karena merupakan pintu gerbang menuju IKN. 

Ns. Masdar John selaku Koordinator Program Manager (KPM) Satgas Stunting Kaltim, mengungkapkan bahwa kinerja Pemda PPU dalam menangani stunting telah dinilai baik, bahkan mendapat penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kalimantan Timur tahun 2023.

Meski sudah dinilai baik, Masdar memberikan beberapa catatan sebagai evaluasi untuk PPU dalam upaya percepatan penurunan stunting. Salah satu catatan tersebut berkaitan dengan pendampingan terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS). Masdar mengungkapkan bahwa dari 7.314 KRS di PPU, hanya sekitar 45,5 persen atau baru sebanyak 3.327 keluarga yang menerima pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Masdar juga menyoroti pentingnya pengawalan kesehatan calon pengantin sebagai langkah pencegahan stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mengeluarkan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil sebagai alat skrining untuk calon pengantin, calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga dengan bayi usia 0-59 bulan. 

Namun sayangnya, aplikasi ini belum banyak diketahui dan jumlah calon pengantin yang menggunakan aplikasi ini masih terbilang rendah. Berdasarkan data per November 2023 hanya sekitar 19,8 persen atau baru sebanyak 220 calon pengantin yang menggunakan aplikasi ini dari 1.110 pasangan menikah di PPU.

Masdar mengharapkan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, seperti Kementerian Agama, untuk mensosialisasikan dan mewajibkan calon pengantin mengisi aplikasi ini sebelum menikah.

Jika semua upaya pencegahan stunting dilakukan secara optimal, PPU dan kabupaten/kota lain di Kaltim dapat menjadi daerah bebas stunting. Walaupun "bebas stunting" bukan berarti tidak ada kasus sama sekali, melainkan tidak ada penambahan jumlah kasus atau kelahiran anak dengan risiko stunting.

[Kontributor : Gilang Satria Pratama | Editor : Diah Putri]


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya