Kukar

Pondok Kesah Ayumi Diarpus Kukar Permudah Konsultasi Kearsipan OPD dan Lembaga Swasta

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) telah melaunching program aksi perubahan, yakni Pondok Kesah arsip yang unik menyampaikan informasi (Ayumi) pada Senin (13/9/2021).

Program tersebut merupakan terobosan inovasi dari Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Diarpus Kukar, Aji Yuli Midriani. Sebab telah mengikuti pendidikan dan pelatihan PIM yang dimana salah satu tujuannya membuat aksi perubahan.

Baca juga:  KPU Kukar Gelar Bimtek Pemantapan Pemungutan dan Perhitungan Suara

Plt Kepala Diarpus Kukar, Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, adanya Pondok Kesah Ayumi dalam rangka menyederhanakan dan mempermudah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendapatkan pembinaan. Baik dari sisi pengelolaan dan penyelenggaraan kearsipan di masing-masing instansi.

Pondok Kesah Ayumi hadir sebagai wadah konsultasi yang lebih rileks dan santai. Baik itu melalui WhatsApp maupun Zoom Meeting.

“Ini semua dalam rangka mempemudah kordinasi agar tidak terlalu formal, jadi setiap saat bisa dihubungi. Mau hari libur atau apa tetap dibuka untuk semacam konsultasi kearsipan. Sehingga tidak dibatasi waktu dan kegiatan formal,” kata Taufik saat dihubungi Kaltimtoday.co.

Baca juga:  DPRD Kukar Buka Peluang Mekarkan Kecamatan Loa Kulu

Apabila masyarakat tak sempat ikut konsultasi tersebut jangan khawatir sebab setiap yang didiskusikan akan ditayangkan melalui Youtube, dengan nama channel Pondok Kesah Ayumi Kutai Kartanegara.

Program ini tak hanya diperuntukkan untuk OPD saja namun organisasi masyarakat ataupun lembaga swasta bisa berkonsultasi. Misalnya pihak perbankan, perusahaan, perusda dan sebagainya.

“Semua bisa, karena memang fungsinya membuat tempat konsultasi publik terkait kearsipan,” ungkap Taufik sekaligus Asisten I Setkab Kukar.

Baca juga:  Soal UMK Kukar, Ketua DPRD: Situasi Keuangan Saat Ini Sangat Terdampak Covid-19

Selain itu, dalam pelaksanaan juga akan mengakses hingga pusat dalam artian apabila ada hal sangat prinsip tidak bisa dijelaskan. Maka narasumber dari provinsi dan pusat akan diikut sertakan.

“Ini salah satu langkah mewujudkan misi visi Bupati dan Wakil Bupati Kukar untuk memberikan pelayanan berbasis digitalisasi,” pungkasnya.

[SUP | NON | ADV DISKOMINFO KUKAR]

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close