Samarinda

Potensi 20 Ton Sampah Per Hari di Samarinda, JIka Diolah Bisa Hasilkan Solar Setara Dexlite

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemkot Samarinda menggandeng PT Geo Trash Managemen (GTM) berencana memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dari hasil pengolahan sampah plastik. Bentuknya sejenis solar yang kualitasnya setara produk Dexlite.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani mengatakan, pengolahan sampah yang dimaksud bukan sembarang mengolah. Melainkan cukup selektif dan unik ketika memilih jenis sampahnya.

Baca juga:  Cabuli Anak Tetangga Lantaran Istri Tak Kuat Lagi Layani Nafsu Suami

“Sampahnya itu yang selamanya tidak bisa dilirik orang. Misalnya seperti styrofoam. Itu kan tidak laku. Lalu ban luar dan bungkus makanan ringan. Itu yang akan dilirik karena sehari mereka minta 20 ton,” kata Nurrahmani.

Jika berhasil dilakukan, dirinya optimistis, pengurangan sampah di Samarinda akan dirasakan cukup drastis. Saat ini, sudah memasuki tahap pra studi. Seharusnya, PT Geo Trash Managemen kembali datang ke Samarinda. Namun saat ini terhambat karena PPKM level 4 yang masih berlangsung.

Baca juga:  Cegah Banjir, DPC Demokrat Samarinda Ajak Warga Bumi Sempaja Gotong Royong

“Jadi kami mau pra studi dulu. Nanti dilihat semuanya, misalnya bagaimana kelayakan izin dan segala macam. Kalau sudah, nanti bisa jalan dan ini investasi murni,” kata Yama.

Misalkan dari 20 ton sampah plastik yang berhasil dikumpulkan, berpotensi menjadi 14 ribu liter solar. Kualitasnya setara dengan dexlite. Jika sudah diproduksi, dia yakin solar itu bakal banyak peminatnya

“Mereka juga mengambil kompos dan sampah basah kami sebanyak 100 ton per hari. Itu juga sudah ada penyalurannya. Jadi aman,” bebernya.

Baca juga:  Disdik Samarinda Komitmen Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Sebelumnya, di daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah menggunakan sistem teknologi pengelolaan yang sama dan kini sudah berjalan. Untuk mengolah solar sekelas dexlite itu memang menggunakan bahan baku yang didominasi dari plastik. Lebih jelasnya, sampah-sampah yang dianggap tidak menguntungkan.

Demi mendukung pengelolaan sampah tersebut bisa terlaksana di Kota Tepian, maka diperlukan lahan seluas 4 hektare. Lahan tersebut nantinya akan dibangun untuk pusat industri pengeelolaan sampah itu.

[YMD | TOS | ADV DLH SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close