Figur

Profil Hadi Mulyadi

Dari akademisi hingga politisi
Wakil Gubernur Kalimantan Timur
Hadi Mulyadi

Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018 – 2023 lahir di Samarinda pada 06 Mei 1968. Beliau adalah suami dari Hj. Eni Makmur dan ayah dari Usamah Saifurrahman (Alm.), Khaulah Karimah, Muhammad Al Fatih, Muhammad Ibrahim Khalil, dan Ahmad Ismail Yasin.

Hadi Mulyadi memulai Pendidikan dasarnya di SDN 014 Samarinda pada tahun 1981. Selanjutnya, dia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Samarinda dan berhasil lulus pada tahun 1984.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1987, Hadi Mulyadi lulus dari SMAN 2 Samarinda. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Hadi Mulyadi memasuki perguruan tinggi.

Dia berkuliah di Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar dan memperoleh gelar sarjananya pada 1995.

Di Universitas yang sama, dia menempuh pendidikan Magister Sains Ilmu Ekonomi Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, Makassar. Pendidikan ini berhasil diselesaikan pada 2004.

Sebelum menjadi politisi, H. Hadi Mulayadi S.Si., M.Si, ini berprofesi sebagai seorang pendidik.  Menjadi tenaga pengajar sudah digeluti oleh seorang Hadi Mulyadi sejak usia muda di berbagai tempat. Total ada 13 pengalaman mengajar yang telah dilakoni oleh Hadi Mulyadi mulai dari pengajar bimbel, pengajar pada pondok pesantren dan SMU, menjadi kepala sekolah dan dosen di 7 perguruan tinggi yang berbeda.

Aktif dalam organisasi semasa menjadi mahasiswa, pengurus Yayasan SM FMIPA Universitas Hasanuddin pada 1989 ini membawa Hadi Mulyadi terjun ke dunia politik pascasarjana 2004. Selain aktif di SM, Hadi Mulyadi juga aktif dalam IMM FMIPA di UNHAS pada 1989–1994. Pernah menjabat sebagai wakil ketua Pemilihan Daerah Kaltim pada tahun 1998–1999 sampai menjadi ketua DPP PKS Wilda Kalimantan.

Berhasil memperoleh 53143 suara pada pemilu 2004, Hadi Muladi sukses melenggang ke DPR RI dari PKS untuk Dapil Kalimantan Timur. Sejak 19 Oktober 2016, Hadi meninggalkan kursi anggota di Komisi II DPR-RI yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, serta Pertanahan dan Reforma Agraria dan kemudian berpindah menjadi wakil pimpinan di Komisi VII DPR-RI yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup.

Pada 7 Maret 2018 posisinya sebagai wakil ketua Komisi 7 digantikan oleh Tamsil Linrung karena dirinya mencalonkan diri untuk maju pada pemilihan gubernur Kaltim mendampingi Isran Noor dan sukses memenangkan kontestasi.

 

Pengalaman Mengajar:

  • Pengajar Bimbel Al-Kalam Ujung Padang,
  • Pengajar Bimbel Jakarta, Intensive Learning Course (JILC) Ujung Padang,
  • Pengajar Bimbel Eureka Ujung Pandang, Pengajar Bimbel Bina Muslim Cendekia (BMC) Ujung Pandang,
  • Pengajar Pondok Pesantren Darul Aman Ujung Pandang,
  • Pengajar SMU Muhamadiyah Samarinda, Asisten Kalkulus TPB Unhas Ujung Padang,
  • Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cordova Samarinda,
  • Dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia Ujung Padang,
  • Dosen Fakultas Pertanian Universitas ’45 Ujung Padang,
  • Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda,
  • Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STIMIK) Widya Cipta Dharma Samarinda,
  • Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Samarinda,
  • Dosen S-1 PIN (Pemerintahan Integratif) Fisipol Unmul Samarinda,
  • Dosen Politeknik Negeri Samarinda, Trainer Lembaga Manajemen Trusco Samarinda.

Karir:

  • Ketua Komisi 1 DPRD Kaltim (2004–2009)
  • Wakil Ketua DPRD Kaltim (2009–2014)
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI (2014–2018)
  • Wakil Gubernur Kaltim (2018–2023)

 

Partai Politik :

  • Partai Keadilan Sejahtera (sampai 2019)
  • Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Sejak 2019)

 

Pendidikan:

  • TK Dharma Bahagia Samarinda (1974)
  • SDN 014 Samarinda (1981)
  • SMPN 1 Samarinda (1984)
  • SMAN 2 Samarinda (1987)
  • S1, Jurusan Matematika Fakuktas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar (1995)
  • S2, Magister Sains Ilmu Ekonomi Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, Makassar (2004)
Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close