PPU

Reses Masa Sidang III 2021, Anggota DPRD PPU Gelar Sunatan Massal

Kaltimtoday.co, Penajam – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Dapil Babulu-Waru, Sujiati melakukan kegiatan reses (serap aspirasi) masa persidangan III tahun 2021.

Salah satu rangkaian reses tersebut adalah kegiatan sunatan massal di Desa Sumber Sari pada Minggu, (8/8/2021). Sebanyak empat orang anak terdaftar sebagai peserta kegiatan sunat gratis tersebut.

Baca juga:  OPD di Lingkungan Pemkab PPU Lakukan Setor Sampah Rutin

“Kali ini kami gelar bakti sosial sunatan massal sambil berbagi rezeki, semoga bisa mendatangkan keberkahan untuk semua,” tutur Sujiati.

Dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19, keseluruhan rangkaian reses itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pada Reses kali ini, pihaknya berkeliling di beberapa titik di Kecamatan Babulu dan Waru untuk bersilaturahmi dan berdiskusi bersama konstituen.

Anggota DPRD PPU, Sujiati bersama salah satu anak yang terdaftar sebagai peserta kegiatan sunat gratis. (Alif/Kaltimtoday.co).

“Reses di Waru dan Babulu kali ini saya keliling turun ke lapangan, dan dimana yang ada permasalahan-permasalahan,” terang Sujiati.

Sebelumnya, politisi Partai Gerindra ini meninjau jalan lingkungan di Desa Gunung Makmur, yang sudah terealisasi berkat dukungannya. Jalan lingkungan tersebut diketahui merupakan hasil reses sebelumnya. Selain itu, pihaknya juga bertemu dengan kelompok nelayan di Waru.

“Di Gunung Makmur jalan lingkungan, alhamdulillah sudah terealisasi. Itu dari hasil reses sebelumnya. Di Waru juga ada permasalahan nelayan yang masih kami tampung,” lanjutnya.

Baca juga:  Bupati PPU AGM: Desa Bukit Subur Juga Perlu Bendungan untuk Atasi Banjir

Masih dalam rangkaian reses, pihaknya juga meninjau dan mengevaluasi Demplot seluas 10 hektare di Desa Rawa Mulia. Rencananya Demplot tersebut juga akan diaplikasikan bagi petani lain.

Perihal aspirasi apa saja yang disampaikan oleh warga, Sujiati menerangkan, cukup banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat. Diantaranya, kondisi jalan lingkungan yang rusak, jalan usaha tani, dan penjualan beras petani saat pasca panen.

“Sebenarnya permasalahan warga banyak, utamanya jalan lingkungan dan usaha tani. Pasca panen jual beras juga kesulitan, nelayan mengeluhkan BBM, kelompok tani juga keluhkan pupuk subsidi karena yang tidak masuk ke kelompok tani tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi kan,” tutupnya.

[ALF | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close