Politik
Serap Aspirasi Petani Lok Bahu, Demokrat Kaltim Siap Perjuangkan Kelangkaan Bibit hingga Pupuk Subsidi
Kaltimtoday.co, Samarinda - Keluhan petani di Kelurahan Lok Bahu menjadi perhatian DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur. Dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar bertepatan dengan rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat juga kemerdekaan RI, para petani mengungkap berbagai persoalan yang menghambat produktivitas mereka.
Mulai dari kelangkaan bibit unggul, sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan obat hama, hingga ketergantungan terhadap air hujan saat musim kemarau menjadi masalah utama yang disampaikan kepada jajaran Demokrat Kaltim.
Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Bambang Soepriyadi menegaskan seluruh aspirasi tersebut akan dihimpun dan diteruskan ke tingkat pusat agar dapat diperjuangkan melalui Fraksi Partai Demokrat di DPR RI.
“Selama ini mereka mengeluhkan adanya penurunan hasil produksi. Penyebabnya mulai dari bibit unggul yang langka, pupuk subsidi yang sulit didapat, obat hama yang juga susah diperoleh, hingga saat musim kemarau mereka masih bergantung pada air hujan. Otomatis produksinya menurun,” ujar Bambang pada Kamis (20/08/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Demokrat untuk mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus memastikan suara petani menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan di tingkat nasional.
Bambang menegaskan, seluruh masukan yang disampaikan kelompok tani tidak akan berhenti di tingkat daerah. Aspirasi tersebut akan dibawa secara berjenjang melalui Fraksi Partai Demokrat, mulai dari DPRD hingga DPR RI, agar dapat diperjuangkan menjadi solusi konkret bagi para petani.
"Nanti akan berjenjang, kami suarakan di dewan kota dari fraksi kami, dan sesuai arahan ketua umum, kamu akan sampaikan ke pusat juga," sebutnya.
Sebagai informasi, pihak Demokrat juga memberikan bantuan sarana produksi seperti pupuk dan bibit, agar kelompok tani disana bisa terbantu untuk mengembangkan sektor pertaniannya.
[RWT | ADV]
Related Posts
- Antisipasi ISPA dan Heat Stroke, Pawai HUT RI di Kukar Resmi Dibatalkan
- BPBD Kaltim Catat 329 Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan, Terbanyak di Paser, Kubar, dan Samarinda
- DPRD Kaltim Bentuk Pansus Mineral Bukan Logam dan Batuan, Evaluasi Perizinan Lambat hingga Potensi PAD
- Asap Insinerator Samarinda: Solusi Sampah yang Masih Tersendat di Lapangan
- Kolam Terapi Ikan di Bekas Tambang Batu Bara: Nyaman untuk Kaki, Berbahaya jika Diminum









