Bontang

Susun Dokumen Strategi Sanitasi 2023, Bapelitbang Bontang Gelar Workshop EHRA

Kaltimtoday.co, BontangEnvironmental Health Risk Assesment (EHRA) merupakan penilaian risiko kesehatan lingkungan. Dimana perlu dilakukan survei partisipatif di tingkat kabupaten/kota untuk dapat memahami kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku higiene dan sanitasi skala rumah tangga dan sekolah.

Atas dasar itu, Bapelitbang Bontang menggelar Workshop Studi EHRA yang digelar di Hotel Tiara Surya selama 3 hari, 6-8 September 2022.

Baca juga:  Gelar Workshop Konten Kreator di Balikpapan, Hetifah Berharap Optimal Promosikan Pariwisata dan Ekraf Kaltim

Acara tersebut di buka oleh Sekretaris Daerah Bontang, Aji Erlynawati. Turut hadir Dinas Kesehatan Kaltim, Hartoyo, Kepala Dinas Kesehatan Toetoek Pribadi Ekowati, Kabid. Kesehatan Masyarakat, Jamila Suyuthi, Ketua Forum Kota Sehat Kota Bontang, Hamzah dan Perwakilan Puskesmas se-Kota Bontang.

Untuk Bapelitbang Bontang diwakili oleh Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah yang diwakili oleh Dian Nur Afianto. Workshop tersebut dinarasumberi oleh Hartoyo yang membawakan materi Pengantar Studi EHRA dan Pemahaman Kuesioner Studi EHRA dan Tehnik Wawancara, serta Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Maulida yang membawakan materi Teknik Pengumpulan, Pengolahan & Analisa Data Studi EHRA.

Dikatakan Aji, workshop ini bertujuan untuk melatih Enumerator, Supervisor dan Pengolah Data Studi EHRA. Dimana manfaatnya bisa meningkatkan pengetahuan Enumrator, Supervisor dan Pengolah Data dalam studi EHRA.

Baca juga:  Update Corona di Bontang per 3 April 2020: 51 ODP, 4.196 dalam Monitoring

Para Enumerator dan Supervisor pun diharapkan memahami kuesioner dan melakukan pengumpulan data dalan Studi EHRA. Terlebih, supervisor memahami tugas dan peranannya didalam menjaga kualitas pelaksanaan studi EHRA sesuai kaidah dan metode yang ditentukan.

“Hasil studi EHRA ini akan digunakan sebagai salah satu bahan penyusunan pemutakhiran dokumen strategi sanitasi kota yang akan disusun pada 2023,” terang Aji.

Para pengolah data, lanjut Aji, diharapkan dapat mengumpulan data Studi EHRA dan melakukan analisa dan laporan, meningkatan pengetahuan dasar- dasar wawancara dan pengamatan, Enumrator mampu melaksanakan pengumpulan data responden yang telah ditetapkan dan Enumerator dan Supervisor mampu melaksanakan Input/ entry data kuesioner ke Aplikasi App Sheet.

Baca juga:  Soal Area Hutan Lindung Digunakan Pool Truk Iso Tank, DPM-PTSP Bontang Sebut Bukan Kewenangannya

Diinformasikan, Studi Enviromental Health Risk Assessment ( EHRA) merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh kelompok kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten/Kota untuk menyusun Strategi Sanitasi Kab/Kota (SSK) berdasarkan pendekatan program percepatan Pemabgunan sanitasi Permukiman ( PPSP).

Studi EHRA adalah sebuah studi partisipatif di Kabupaten/Kota untuk memahami kondisi sanitasi dan hygienis serta prilaku–prilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Komponen sanitasi yang menajdi objek studi meliputi limbah cair domestik, persampahan dan drainase lingkungan serta prilaku higines dan sanitasi.

Studi ini dilakukan oleh Enumerator dan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan 2 teknis pengumpulan data, yaitu wawancara ( Interview) dan pengamatan ( Observasi ) dengan menggunakan alat ukur kuisioner dengan dibantu tenaga Supervisor yang bertugas menjamin proses studi EHRA dilaksanakan sesuai dengan kaidah dan metode yang telah ditetapkan dan petugas pengolah data.

[RIR | NON | ADV DISKOMINFO BONTANG]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker