Daerah
Tekan Potensi Kericuhan, Turnamen Martadipura Cup 3 Desa Liang Gunakan VAR
Kaltimtoday.co, Tenggarong -Turnamen Open Sepak Bola Martadipura Cup 3 di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, menghadirkan terobosan yang jarang ditemui pada kompetisi sepak bola tingkat daerah.
Panitia mulai menerapkan Video Assistant Referee (VAR) pada sejumlah laga penting sebagai upaya meningkatkan sportivitas sekaligus kualitas penyelenggaraan turnamen.
Ketua Panitia Turnamen, Dandi Aria Pratama mengatakan, penggunaan VAR merupakan inisiatif panitia yang didukung sponsor. Meski begitu, teknologi tersebut tidak diterapkan pada seluruh pertandingan.
“VAR ini hanya dipakai saat partai pembukaan, babak semifinal, dan perebutan juara 1 dan 2. Sebetulnya VAR ini digunakan untuk mendukung live streaming, tidak dipakai secara berkelanjutan,” kata Dandi saat dihubungi Kaltimtoday.co, Selasa (21/7/2026).
Menurut Dandi, penerapan VAR bukan sekadar menghadirkan inovasi, tetapi juga menjadi langkah antisipasi agar pertandingan berlangsung lebih aman dan sportif. Keputusan itu diambil setelah panitia mengevaluasi pelaksanaan turnamen tahun sebelumnya yang sempat diwarnai kericuhan.
“Tahun lalu memang sempat terjadi kerusuhan. Jadi tahun ini, untuk meningkatkan sportivitas, kami uji coba dulu. Nanti kalau memang efektif untuk turnamen, InsyaAllah akan kami gunakan secara berkelanjutan,” ucapnya.
Untuk mendukung penerapan VAR dan siaran langsung pertandingan, panitia bekerja sama dengan sebuah media di Tenggarong. Seluruh pertandingan yang menggunakan VAR akan disiarkan melalui kanal YouTube Pemerintah Desa Liang.
Dandi menjelaskan, Turnamen Open Sepak Bola Martadipura Cup 3 digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Desa Liang.
Kompetisi berlangsung selama satu bulan, mulai 19 Juli hingga partai final pada 23 Agustus 2026 di Lapangan Sepak Bola Martadipura, Desa Liang.
Sebanyak 56 tim ambil bagian dalam turnamen tersebut. Seluruh peserta dibagi ke dalam dua pool, masing-masing berisi 28 tim, dengan sistem pertandingan gugur. Sementara perangkat pertandingan atau wasit berasal dari Askab PSSI Kutai Kartanegara (Kukar).
“Sistem gugur, skemanya 56 tim dibagi menjadi dua pool, masing-masing 28 tim. Pool A ada 28 tim dan Pool B ada 28 tim. Jadi total 56 tim terbagi dalam dua pool,” kata Dandi.
Peserta yang berlaga tidak hanya berasal dari desa se-Kecamatan Kota Bangun, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, seperti Kutai Barat, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Samarinda.
“Jadi tidak hanya dari Kukar, tetapi juga dari luar Kutai Kartanegara. Seluruhnya berasal dari Provinsi Kalimantan Timur. Hampir semua perwakilan ada,” imbuhnya.
Panitia juga menyiapkan total hadiah yang cukup besar bagi para pemenang. Juara pertama akan membawa pulang hadiah sebesar Rp60 juta, juara kedua Rp25 juta, juara ketiga Rp15 juta, dan juara keempat Rp8 juta.
“Selain itu juga ada penghargaan lainnya, seperti top scorer, best goalkeeper, dan pemain terbaik,” tandasnya.
[RWT]









