Nasional

Tepis Indonesia Kolaps terkait Pelemahan Rupiah, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar

B-Network — Kaltim Today 16 Mei 2026 14:48
Tepis Indonesia Kolaps terkait Pelemahan Rupiah, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar
Presiden Prabowo.

Kaltimtoday.co - Presiden Prabowo Subianto merespons kekhawatiran sejumlah pihak terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia menepis anggapan yang menyebut kondisi tersebut akan memicu kekacauan ekonomi nasional dan menegaskan bahwa kehidupan masyarakat di pedesaan tidak sepenuhnya bergantung pada dolar.

Prabowo mengaku heran dengan isu yang menyebut Indonesia akan kolaps atau mengalami chaos setiap kali nilai tukar rupiah bergerak dinamis. Menurutnya, ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput masih berjalan baik.

"Jadi saya yakin sekarang, ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti, sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok," ujar Prabowo saat meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi stabil, khususnya pada sektor-sektor krusial seperti ketahanan pangan dan pemenuhan energi. Di tengah situasi geopolitik dan global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai memiliki posisi yang jauh lebih aman dibandingkan negara lain.

"Pangan aman, energi aman. Banyak negara (lain) panik, Indonesia masih oke," tegasnya.

Meski demikian, dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo memberikan peringatan keras kepada para pejabat dan kalangan elite politik agar tetap menjaga integritas dan kesetiaan kepada NKRI. Ia menyoroti fenomena adanya oknum pimpinan yang kerap menyuarakan nasionalisme, namun kebijakannya justru tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

“Banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI, tetapi begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berfihak kepada rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.

Ia menambahkan bahwa komitmen loyalitas terbesar justru selalu ditunjukkan oleh masyarakat luas yang konsisten mendukung kedaulatan negara.

Oleh karena itu, ia meminta jajaran pemangku kebijakan untuk menyelaraskan tindakan dengan pemenuhan hak-hak dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.



Berita Lainnya