Kaltim

Wujudkan Tambak Ramah Lingkungan dengan Penanaman Mangrove

Kaltimtoday.co, Samarinda – Planète Urgance (PU) Indonesia bersama Yayasan Mangrove Lestari (YML) berkomitmen untuk meneruskan penanaman mangrove di kawasan tambak Salo Sumbala, Muara Badak, Kukar. Upaya tersebut untuk mewujudkan tambak yang ramah lingkungan.

PU dan YML tak sendiri. Mereka turut melibatkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Salo Sumbala Sejahtera untuk penanaman mangrove di kawasan yang juga bagian dari lanskap Delta Mahakam itu. Ketua Pokdakan Salo Sumbala Sejahtera, Ramlan mengakui hasil tambak justru lebih baik setelah ditanami mangrove.

Baca juga:  Tanam Mangrove, Planète Urgance Indonesia dan YML Tentukan Skala Prioritas Kawasan

“Kami ada penanaman bakau di dalam tambak, tiap air pasang kami panen. Panennya itu tidak langsung sekaligus. Kami hanya memakai perangkap, jadi yang besarnya saja yang kami ambil,” ungkap Ramlan saat ditemui Kaltimtoday.co, Sabtu (21/1/2023).

Penanaman mangrove di kawasan tambak juga biasa dikenal dengan praktik silvofishery. Alias memadukan mangrove dengan perikanan dan menjadi tambak ramah lingkungan.

Sedangkan tambak yang tidak ada mangrove-nya, pada saat cuaca panas sekali, ekosistem di tambak lebih mudah mati. Sedangkan ketika cuaca yang awalnya panas lalu diguyur hujan, tentu akan memengaruhi pH air yang menurun drastis.

“Dengan adanya mangrove, dia bisa meredam. Artinya bisa mengeluarkan atau menahan panas. Itu pun kalau misalnya ada penyakit di dalam tambak, yang tidak ada mangrove-nya itu akan habis,” sambung Ramlan.

Ramlan menyebut, mangrove di tambak punya kelebihan tersendiri. Di mana, akar mangrove merupakan sumber makanan alami untuk ekosistem di tambak. Ramlan dan petambak lainnya merasakan sejumlah keuntungan dari kehadiran mangrove di tambak. Salah satunya, mangrove bisa menahan tanggul.

Baca juga:  Perubahan Iklim dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat jadi Faktor Kawasan Mangrove Mulai Tergerus

“Pada saat siang hari, mangrove itu bisa meredam panas. Malam hari bisa mengeluarkan panas. Itu yang kami alami dalam berbudidaya di tambak yang ada mangrove-nya,” tambahnya.

Di kawasan tambak Salo Sumbala, ada udang, kepiting, ikan kakap, ikan bandeng, hingga rumput laut yang dibudidaya. Bahkan ukuran dari hasil tambak yang ditanami mangrove juga lebih besar dan segar.

“Mulai 2010-2015 sudah mulai kami tanami (mangrove). Tapi kalau menanam sendiri kan agak lambat. Tapi 2020 penanamannya mulai luar biasa. Setelah kami tanami mangrove, hasil tambak itu bisa meningkat mulai 30-40 persen,” tandasnya.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker