Samarinda

Zairin-Sarwono Bagikan Rencana Atasi Banjir di Samarinda dan Beberkan Lagu Ciptaan Dukungan Milenial

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pada pukul 11:46 Wita, Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat beserta komisioner lainnya keluar dari gedung. Pun begitu dengan Zairin-Sarwono. Berkas dan map yang terbungkus rapi dalam plastik ikut dibawa oleh KPU.

Ihsan Hasani, komisioner Divisi Teknis menyampaikan bahwa, setelah diteliti, persyaratan pencalonan dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat. Pun begitu dengan persyaratan masing-masing calon. Selanjutnya, untuk verifikasi syarat calon akan dilaksanakan pada 6-12 September 2020. Alhasil, pendaftaran bapaslon diterima dan ditanda tangani oleh ketua dan anggota KPU Samarinda.

Baca juga:  Markus Taruk Allo Hadir di Pendaftaran Bapaslon Zairin-Sarwono, Nyatakan Siap Dukung Keduanya Agar Menang Pilkada

Sebelum kembali, Zairin-Sarwono menyempatkan waktu untuk menemui awak media. Dia mengungkapkan bahwa keduanya semakin termotivasi agar lebih mendekatkan diri pada masyarakat dan bisa lebih dikenal lagi. Seandainya cita-cita Zairin-Sarwono bisa terwujud dan diberi amanah oleh masyarakat Samarinda memimpin selama lima tahun ke depan, mereka ingin masyarakat bisa hidup tenang. Terlebih ketika hujan deras mengguyur, tak ada lagi kekhawatiran soal banjir.

Zairin-Sarwono menegaskan, masalah banjir akan mereka tuntaskan sebagai langkah awal yang langsung direalisasikan jika terpilih. Tak hanya sebatas pada itu saja, keduanya sadar betul bahwa masih banyak pekerjaan rumah lainnya di Samarinda yang harus diselesaikan.

Masih terkait soal banjir, Zairin menyampaikan bahwa memang tidak bisa melawan alam. Bentang alam Samarinda yang sedemikian rupa harus diketahui. Di belakang utara, barat, timur sudah meliputi gunung-gunung. Kemudian posisi Samarinda berada di tengah. Di depannya yakni mengarah ke selatan ada Sungai Mahakam.

“Bentang alam memang tidak bisa dilawan. Namun terpaksa harus kita kurangi dari apa yang terjadi saat ini dengan berbagai macam model untuk menanggulangi banjir,” jelas Zairin.

Beberapa macam model itu pun dia sebutkan. Mulai menormalisasi Sungai Karang Mumus, menormalisasi Waduk Benanga, kemudian memperbaiki parit dan drainase yang ada. Hal itu dilakukan agar air bisa turun secepatnya dan tak mengakibatkan banjir yang cukup lama. Seandainya cara-cara itu masih belum bisa mengatasi banjir, maka membendung muara Sungai Karang Mumus akan ditempuh.

Bapaslon perseorangan yang satu ini lagi-lagi mengundang perhatian publik. Selain menggunakan angkot saat berangkat ke KPU Samarinda, terdengar lagu dengan nada penuh semangat yang di dalam liriknya menyebut nama Zairin-Sarwono. Sepanjang perjalanan keduanya, lagu tersebut terus berkumandang. Rupanya, ada alasan di balik eksistensi lagu tersebut.

Disampaikan Sarwono, dia dan Zairin sadar dan memaklumi situasi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi. Berpengaruh pula pada pelaksanaan kampanye mendatang yang tidak mengizinkan adanya perkumpulan massa. Oleh sebab itu, kehadiran media sosial dimanfaatkan keduanya untuk mengenalkan diri pada masyarakat Samarinda. Termasuk mengunggah lagu tersebut.

“Ini salah satu karya dan kami memberikan ruang yang luas untuk itu. Kami ini calon independen, koalisi dari masyarakat yang ingin adanya perubahan lebih baik bagi Samarinda,” ungkapnya.

Baca juga:  Angkot, Santunan Yatim Piatu hingga Insentif RT Bakal Jadi Program Unggulan Zairin-Sarwono

Lagu tersebut merupakan karya dari para pendukung Zairin-Sarwino dan didominasi oleh kalangan milenial. Secara sukarela dan tanpa paksaan, para pendukung milenial itu membuat lagu tersebut. Sebagai bentuk apresiasi bahwa mereka juga menginginkan kebaikan di Samarinda. Zairin-Sarwono pun sangat berterima kasih atas inisiatif tersebut.

“Ada sekitar 10 lagu dan mereka terus memproduksi. Bahkan ada juga lomba-lomba yang semua dilakukan di media sosial. Mereka sangat antusias,” tutup Sarwono sebelum meninggalkan KPU Samarinda.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close